TUTORIAL KOMPUTER
  • 10 Virus Komputer Paling Mematikan Di Dunia
  • Kunci Mempercepat Acces Komputer
  • MENGENAL SISTEM KOMPUTER
  • Sejarah Perkembangan Komputer
  • Informasi computer terkini
  • Mengenal System Software
  • Mengupas Masalah Motherboard
  • Mengupas Detail Tentang CPU
  • Kode Mempercepat Editing Paragraf
  • Memproteksi Folder Dengan Password
  • Macam-Macam Perintah Pada Run Commands
  • Mempercepat Waktu Shutdown
  • Ubah Tampilan Windows
  • Kode Akses Siemens
  • Kode Akses Samsung
  • Kode Akses Sony Ericsson
  • Kode Akses Nokia
  • Seni Photoshop ( Angan Merokok )
  • Menyembunyikan Menu Help Pada Start Menu
  • Menyembunyikan Menu Document Pada Start Menu
  • Menyembunyikan menu Find pada Start Menu
  • Mengembalikan Folder Documents Yang Hilang
  • Memproteksi File
  • Mengganti Icon Drive
  • Mengganti Alignment Pada Drop Down Menu
  • Disable Klik Kanan Pada Taskbar
  • Disable Klik Kanan Pada Dekstop & Explorer
  • Menyembunyikan Menu Start Menu
  • Persentasi Antara Flash Dan Power Point
  • Mengganti Screen Saver Lewat Registry
  • Menghilangkan Username Pada Start Menu
  • Menampilkan Administrator Di Welcome Screen
  • Menyembunyikan My Recent Documents
  • TUTORIAL HACKER
  • Bad Unicode
  • Cara Skip Win Registrasi XP
  • Craking Dengan F.A.R.A.B.I
  • DoS, Serangan yang Belum Tertangkal
  • Hack Dan Prinsip Dasar Psikologis Hack
  • Hacking NT Server Melalui Remote Data Service
  • 95% Web Server Di Dunia has been dead
  • Hacking Web Site with cart32.exe installed
  • Konsep Lain Menjebol Server Webfroot Shutbox
  • Istilah Teknologi Informasi Bahasa Indonesia
  • Mendapatkan account ISP gratis!
  • Mendapatkan Serial Number WinZip 8.1
  • Menghilangkan Password Bios
  • Mengintip Password Linux
  • Menjebol Apache Web Server Melalui Test-Cgi
  • Menjebol Server Melalui Service FTP
  • Pembobolan 1000 Kredit Card di Step-up
  • Penjebolan Server Melalui FTP
  • Hati-hati DLM Mengetikkan Klikbca.Com
  • VIRUS M HEART
  • Bongkar Password Microsoft Acces
  • BUG TELKOMSEL & (FREE Phone ke-CYPRUS
  • Cara Efisien Mendapatkan Puluhan Ribu Email
  • Cara Sederhana membuat virus PHP
  • Cara Singkat Menginfeksi Openssh-3.4p1 Z
  • Cracking GateKeeperm
  • HACKING FOR BEGINNER
  • Hack Windows NT2000XP Admin Password
  • Melewati pembatasan hak akses warnet
  • Melindungi Data dari SQL Injection
  • memainkan fungsi tombol HP
  • Membedah Teknik SQL Injection
  • Bongkar key Windows Dengan @ stake LC4
  • Meminimalkan Biaya Saat menelpon Di Wartel
  • Menangani Virus Lohan
  • MENGACAK-ACAK REGISTRY WARNET
  • Mengelabui Pengejar Hacker
  • Meng-Hack Pesawat Telepon Yang Terkunci
  • Meng-hack PHP-BUg's
  • Kelemahan pasword & login yahoo pd Cgi
  • Trik Penjebolan Sites
  • Ragam Hacking Menggunakan Google
  • Rahasia Teknik Serangan SQL Injenction
  • Teknik Pembuatan Virus Makro Pd XP
  • Seni Internet, Googlingg
  • Situs Hacker Yang Ikut Bermasalah
  • Teknik Hacking Situs KPU Dr segla arah
  • Teknik Menyusup Ke TNP Center KPU
  • Tip N Trik Telephon Gratis Musso
  • Trik Mereset Password Windows 9x
  • TUTORIAL BLOG
  • Menuliskan Script di Blog
  • Membuat Artikel Terkait/Berhubungan
  • Membuat Feed di Blog Dengan Javascript
  • Membuat Navigasi Breadcrumb di Blog
  • Membuat Meta Deskripsi di Halaman Blog
  • Membuat Readmore Versi 1
  • Membuat Read More Otomatis di Blog
  • Membuat Read More Versi 2
  • Membuat Tabs Menu Horizontal
  • Membuat Menu Tab View
  • Membuat Menu Vertikal
  • Cara Memasang Musik Pada Blog
  • Membuat Template Blog Hasil Buatan Sendiri
  • Buat Threaded Comment dgn Intense Debate
  • Membuat Menu DTree
  • Membuat Tab Menu Dengan Banyak Style
  • Menambah Toolbar Baru di Blogspot
  • Cara Membuat Tabel di Blog
  • Cara Membuat Tulisan Berjalan
  • Melakukan Backup Website atau Blog
  • Mendapatkan Free Hosting
  • Membuat Widget Status Twitter pada Blog
  • Manampilkan Profil Facebook di Website (blog)
  • Membuat Avatar Komentar Pada Blogger
  • Membuat Halaman Contact Me pada Blogspot
  • Cara Membuat Status Yahoo Messenger di Blog
  • Mendapatkan Layanan Google Friend Connect
  • Membuat Nomor Page Posting Di Blog
  • Tips dan Trik Menambah Kolom Di Blog
  • Mengatasi "Invalid Widget ID" pada Blogger
  • Membuat Slide Show Album Foto di Blog
  • Membuat Kotak Komentar dibawah Posting
  • Cara Membuat Kotak Link Exchange
  • Membuat Link Download
  • Cara Membuat Dropdown Menu
  • Cara Membuat Buku Tamu
  • Trik Memproteksi Blog
  • Cara Membuat Search Engine
  • Membuat Kategori / Label di Blogger
  • Menghilangkan Navbar (Navigation Bar)
  • Memasang Emoticon di Kotak Komentar
  • Menambah Emoticon di Shoutbox
  • Pasang Jam di Sidebar
  • Memasang Pelacak IP Address
  • Mengganti Tulisan "Older Post / Newer Post"
  • Memasang Alexa Traffic Rank
  • Memasang Tombol Google Buzz
  • Cara Membuat Cursor Animasi
  • Menyembuyikan Buku Tamu
  • 5 Cara Terbaik Mendapatkan Uang Dari Blog
  • Blogging Cepat Dengan BlogThis!
  • 21 Posts Separator Images
  • Mengganti Link Read More Dgn Gambar
  • Cara Menampilkan 10 Artikel Di Recent Posts
  • Offline Blogging Dgn Windows Live Writer
  • Cara Memasang Jadwal Sholat
  • Cara Membuat Daftar Isi Blog Otomatis
  • Membuat Daftar Isi Blog Manual
  • Iklan Google Adsense Di Tengah Artikel
  • Membuat Link Warna - Warni
  • Meletakkan Widget Di Bawah Header
  • Membuat Kotak Scrollbar
  • Memasang Video Di Artikel
  • Kode Warna HTML
  • Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

    Pendidikan Home Schooling



                Proses pendidikan yang ada dewasa ini, sebenarnya telah lama dilaksanakan orang dan merupakan proses yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dengan tujuan yang jelas pula. Dan proses pendidikan yang dialami oleh seseorang selalu dihubungkan dengan proes belajarnya, terutama oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah-daerah pedesaan.Proses belajar yang dimaksud adalah “ belajar dalam rangka pendidikan formal di sekolah “, sejak sekolah rendah sampai ke tingkat yang tertinggi.


                Sejalan dengan hal tersebut di atas, maka banyak orang beranggapan bahwa bila seseorang telah keluar dari sekolah berarti ia telah selesai proses belajarnya.Dan bagaimana hidupnya, mereka serahkan pada hasil belajar yang dicapainya sehingga belajar menentukan corak kehidupan seseorang di dalam masyarkat. Keadaan tersebut di atas sekarang telah banyak ditinggalkan orang dan mereka beranggapan bahwa belajar di sekolah bukan satu-satunya factor yang menentukan corak kehidupan orang.Yang mereka inginkan sekarang adalah proses belajar yang dapat berlangsung setiap saat dan di mana pun berada. Proses belajar yang demikian merupakan hak seseorang sebagaimana diungkapkan : “ every year, every month, every day step by step a person learn, feels the desire, and is given the opportunity to learn.

                Jelaslah bahwa proses pendidikan harus berlangsung seumur hidup, education is life long dan akhirnya life long education is invality all of life.oleh sebab itu saya akan memaparkan sebuah pendidikan alternative yang mudah pelaksanaannya yang mana disebut dengan homeschooling.

    pembahasan
    Akhir-akhir ini kita sering saksikan mulai banyak bermunculan sekolah-sekolah dengan alternatif pendekatan dan metodologi pengajaran link & mach yang cenderung praktis dan katanya lebih efektif mengelaborasi esensi pendidikan dengan aplikasi skill peserta didik.  Program pendidikan tersebut sering kita kenal dengan istilah home schooling. Diseluruh dunia terdapat kurang lebih 6 juta home schooling tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Walaupun bagi kalangan praktisi pendidikan sendiri substansi pendidikan home schooling secara simplistis inheren dengan SMP terbuka, SMA terbuka, Universitas terbuka atau yang sekarang sedang trend adalah e-learning, namun memang ada kecenderungan bahwa home schooling agak “berbeda” jika dilihat dari tingkat fleksibilitas dan metodologi pengajarannya. Fleksibilitas konsep pendidikan home schooling memang  mengacu kepada kompetensi praktis hubungan antara ketertarikan/kemauan dan hoby individual (baca : siswa) dengan orientasi cita-citanya bekerja atau menguasai bidang-bidang tertentu yang menjadi harapannya dalam bekerja. Fleksibilitas tersebut juga diukur dari metode belajar-mengajar yang tidak “terbelenggu” oleh dimensi ruang dan waktu secara formal serta menjamin tingkat kompetensi terealisir dengan baik.

    Dengan kata lain konsepsi link & mach memang cenderung lebih efektif jika para siswa belajar dalam tataran konsep pendidikan model ini. Apalagi jika kalangan dunia industri sudah menjalin kerja sama dan membangun hubungan dengan lembaga pendidikan home schooling misalnya mengenai pola standard alternatif bagi kompetensi para lulusan (baca : dalam hal ijasah dan nilai) yang selama ini menjadi domainnya pemerintah.

    Kalau di Amerika Serikat (AS) dan di dunia, HS sudah lama berkembang. Di Indonesia mungkin ada yang namanya Proses Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). HS terdiri dari tiga jenis. Pertama, HS tunggal. Ini penggiatnya adalah satu keluarga. Kemudian HS majemuk terdiri dari dua keluarga, dan terakhir HS komunitas. Komunitas ini dibentuk dengan metode pembelajarannya secara tutorial. HS tunggal dilakukan di rumah. HS itu adalah bagaimana proses kegiatan belajar, di mana pun, kapan pun, dan dengan siapa saja.

    Itu berarti masuk ke HS komunitas. HS Komunis adalah beberapa keluarga memberikan kepercayaannya untuk mendidik anak-anaknya ke dalam HS. Proses pembelajarannya melalui tutorial. Ini ada di salah satu metode HS Kak Seto.

    Kita memberikan masing-masing peserta didik kebebasan dalam memilih pembelajaran tapi tidak terlepas dari kurikulum. Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum 2004 yaitu kurikulum berbasis kompetensi, atau kurikulum terbaru kurikulum 2006. Jadi tetap ada acuannya karena nanti di ujung dari proses pendidikan HS ada ujian kesetaraan. Kalau di pendidikan formal itu Ujian Nasional (UN), sedangkan di pendidikan non formal komunitas ini ada ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) atau komunitas yang sudah mendapatkan legalitas untuk bisa menyelenggarakan ujian tersendiri.

    Dalam hal ini ada yang sudah bosan di kelas dua atau tidak nyaman di pendidikan formal, dia dapat pindah ke kelas tiga di HS. Itu tidak masalah karena berdasarkan prinsip Diknas untuk ini adalah multi entry and multi exit atau mudah untuk masuk dan mudah untuk keluar. Legalitasnya pun sudah dijamin oleh pemerintah. Dalam Undang-Undang (UU) No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan kesetaraan adalah program pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan umum setara SD, SMP, maupun SMA.

    HS ini metode pembelajarannya tematik dan konseptual serta aplikatif. Misalnya untuk tingkatan SD, dalam mempelajari alat transportasi maka mereka bisa pergi langsung naik alat transportasi. Misalnya, naik metro mini. Di metro mini ada sopir, kondektur, dan kita harus membayar. Jadi di HS kesempatan untuk mengenal langsung alat transportasi cukup besar. Lalu mereka turun dan naik busway dengan harus beli tiket dulu, antri. Kemarin saya mengajak mereka dari Grogol ke stasiun kereta api Kota untuk mengetahui bagaimana naik kereta dan kondisinya seperti nanti kereta itu penuh. Itu terekam sekali di otak anak-anak. Setelah itu, besoknya kita memberikan paparan mengenai alat transportasi. Kita coba tes ke anak-anak dan mereka bisa menulis mengenai alat transportasi berlembar-lembar.

    Ya, jadi mungkin keunggulan HS karena proses belajarnya tematik dan aplikatif. Contoh lain, kita ajak mereka untuk belajar menanam. Kita ajak ke ahlinya seperti ke Ciawi sekalian outbond. Mereka belajar cara menanam. Besoknya kita coba evaluasi dan mereka begitu antusias sehingga bisa menulis berlembar-lembar. Jadi benar-benar aplikatif. Kalau HS tunggal atau sendiri, orang tua bisa mengajarkan dari dia bangun tidur dan kapan dia mau belajar. Jadi belajar bukan sebagai kewajiban tapi kebutuhan bagi anak-anak. Jadi kalau saya sehari-hari mungkin melihat proses pembelajaran yang seperti di rumah Kak Seto. Anak beliau ada empat. Nah, yang tiga mengikuti HS dan yang satu pendidikan formal.

    Ini harus dilihat dari kondisi orang tuanya. Kalau kedua orang tua bekerja, tapi menginginkan anaknya untuk HS mungkin lebih tepat ke HS komunitas. Sedangkan untuk HS tunggal agak susah karena orangtua harus full. Jadi untuk komunitas itu sifatnya tutorial, dan hadir di kegiatan komunitas.

    Dalam hal ini memang ada kelemahannya di HS, yaitu tidak ada kompetisi atau bersaing. Tapi keunggulannya yang paling dominan adalah dengan terbatasnya jumlah peserta didik maka tutor bisa langsung fokus pada potensi masing-masing anak peserta didik. Di HS ada yang ingin jadi penyanyi, maka dia merasa tidak perlu untuk belajar kimia dan fisika. Kita mengarahkan sesuai dengan bakat dan potensi peserta didik masing-masing.

    Ujian kesetaraan itu nanti ada yang namanya percepatan yang mungkin kualitasnya masih di bawah Ujian Nasional, tapi mereka bisa dipermudah dengan program percepatan. Misalnya, untuk menghadapi ujian biasanya kita intensif untuk tutorial terus selama dua bulan.

    Sejarah mencatat, sejatinya praktik homeschooling di Indonesia sudah ada sejak zaman ki hajar dewantara, KH Agus salim, Buya hamka, hingga Kak seto. Namun jumlah pasti orang tua yang menyelenggarakan home schooling buat anak-anak mereka tak diketahui pasti. Belum ada data sahih yang merekamnya.

    Baru sejak 4 mei 2006, berdirilah asah pena ( Asosiasi sekolah rumah dan pendidikan alternative). Asah pena menjadi organisasi pertama yang menjembatani komonitas penyelenggara homeschooling. Ketua asah pena adalah Seto Mulyadi. Sedangkan tokoh yang mendeklarasikan, diantaranya, ratna megawangi, neon warisman, dik doank, dan dewi hughes, direktur PLS ace suryadi sendiri menjadi pelindung asah pena.

    Di Amarika Serikat ada sekira 1,8 juta anak yang belajar dengan model homeschooling. Homeschooling mulai dilegalkan di Amerika sejak 1993.sejumlah Negara yang juga telah mengakui keberadaan homeschooling secara legal adalah Australia, selandia baru, inggris, dan jepang.

    Untuk menelaah lebih jauh tentang bagaimana pendidikan home schooling ini bisa lebih progresif berkembang di Indonesia, tentu tidak terlepas dari paradigma berfikir masyarakat  yang mulai cenderung kritis dan selektif dan tentu saja evaluatif terhadap hasil yang sudah dicapai oleh pendidikan formal yang dikemas dan didesain oleh pemerintah. Secara empiris barangkali salah satu faktor yang mempengaruhi mengapa terjadi pergeseran dinamika pemikiran masyarakat terhadap pola pendidikan di Indonesia adalah salah satunya dikarenakan para orang tua murid sudah begitu menyadari bahwa sudah lama pendidikan kita di “hantui “oleh tingginya kekerasan sosiologis yang selama ini terjadi dalam interaksi dunia pendidikan kita. Kasus tawuran, seks bebas dan narkoba dikalangan pelajar dengan jumlah korban jiwa yang tidak sedikit adalah salah satu faktor yang menyebabkan para orang tua terbangun landasan berfikirnya untuk melakukan terobosan mencari pendidikan alternatif yang relatif “aman” buat anak-anaknya dan rezim diktatorianisme pendidik terhadap peserta didik yang selama ini menjadi budaya dalam pola pendidikan kita juga telah membuka mata sebagian masyarakat terutama para orang tua murid untuk lebih mempertimbangkan putra-putrinya untuk sekolah di pendidikan formal. Realitas lain yang perlu dicermati mengapa pendidikan home schooling ini menjadi pilihan alternatif masyarakat adalah ketika masyarakat mulai menyadari bahwa sebenarnya pola pendidikan formal di Indonesia belum menyentuh substansi kebutuhan riel tantangan dalam era globalisasi yang harus di respon secara kualitatif oleh peserta didik dengan menyiapkan kompetensi yang relevan dan obyektif terhadap kebutuhan skill mereka ketika mereka beraktivitas (bekerja atau berwirausaha).

     Memang selama ini bagi sebagian kalangan praktisi pendidikan, mereka menjustifikasi bahwa kebutuhan kompetensi tersebut tetap menjadi skala prioritas yang harus terus dikembangkan dalam setiap jenjang kurikulum. Melalui kurikulum berbasis kompetensi (KBK), dan sekarang berubah lagi menjadi kurikulum berbasis pengetahuan terpadu ditambah kurikulum lokal yang terus berganti. Konsep dan desain penerapan kurikulum tersebut dilakukan dengan pendekatan pemikiran dan teori tentang kecerdasan berganda, kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional dengan asumsi bahwa mereka (baca : para pakar dan praktisi pendidikan) menganggap bahwa setiap insan haruslah perlu diakui dan dihargai modalitas belajarnya. Para praktisi pendidikan menerapkan desain konsep pendidikan dalam berbagai strata dengan berupaya mengelaborasi tingkat intelektualitas ide dan gagasan akademiknya dengan pendekatan teoritical education an sich. Kecenderungan teoritical yang intens tersebutlah yang pada akhirnya menimbulkan problematik teoritis dalam dunia pendidikan kita. Implikasinya bisa kita lihat dari terlalu seringnya kurikulum berganti tanpa visi baik content maupun format penerapannya di lapangan. 

    Akibatnya pula bukan cuma para guru yang kesulitan mengintepretasikan dan mengimplementasikan program kurikulum yang dibuat pemerintah, para siswa pun akhirnya “terbelenggu”untuk menerima konsep dan program pendidikan tersebut tanpa reserve. Kasus kontroversi output penerapan standard kelulusan untuk siswa yang baru-baru ini terjadi semakin menjadi salah satu pemicu kuat bagaimana persoalan standard dalam dunia pendidikan juga menjadi salah satu faktor penting mengapa masyarakat mulai beralih untuk lebih jauh melihat standard bukan secara lokal namun sudah jauh ke standard yang lebih bersifat mondial misalnya standard Amerika sampai standard ketaraf Internasional semisal lembaga pendidikan yang menerapkan sistem ISO dalam program pendidikannya. Dan salah satu aspek yang diangkat oleh program pendidikan home schooling ini adalah standard kompetensi internasional tersebut. Maka terjawab sudah bagaimana seharusnya stakeholders (pihak yang terlibat dan berkepentingan dalam dunia pendikan) termasuk dalam konteks ini juga pihak perusahaan dan instansi yang menampung dan mengakomodir kebutuhan tenaga kerja para lulusan untuk concern menyikapi maraknya pendidikan alternatif semisal home schooling ini dalam perspektif yang lebih otonom dan komprehensif, termasuk didalamnya memberikan solusi tentang otoritas standard kelulusan dan formalisasi pendidikan yang di atur secara baku dan menjadi domain pemerintah.

    Tinggal persoalannya adalah sejauhmana masyarakat lebih selektif memilih pendidikan home schooling ini, tidak semata-mata karena faktor status sosial karena memang biaya program pendidikan ini tidak sedikit (atau sekedar trend) saja. Melainkan karena memang masyarakat kita sudah memahami bagaimana konstalasi dan dinamika dunia pendidikan di era globalisasi ini yang menuntut segi otentitas dan kultur lingkungan mondial berkaitan dengan skill dan kompetensi. Kredibilitas program pendidikan home schooling ini bukan hanya diukur dari tingkat fleksibilitas dan kesan informalistik dengan nuansa yang lebih persuasif dan menyenangkan saja, dimensi belajar mengajar yang tidak terbelenggu oleh ruang dan waktu dengan model on the job method maupun off the job method, garansi dan konsepsi link & mach dengan dunia usaha dan industri dan sebagainya. Namun tingkat kredibilitas program pendidikan home schooling ini juga di dasarkan atas legitimasi yang diberikan pemerintah. Apakah pemerintah mau lebih bersikap inklusif atau eksklusif dalam menyoal eksistensi program pendidikan home schooling ini yang nota bene bisa saja mengklaim dirinya setingkat dengan strata pendidikan yang sudah baku di Indonesia. Terlepas memang setiap program pendidikan yang diterapkan di Indonesia apapun itu bentuknya tidak menjamin semua aspek kognitif dan sosial peserta didik terakomodir dengan baik. Seperti halnya program pendidikan home schooling ini yang nota bene jelas tidak menspesifikasikan diri pada aspek sosialisme interaksi dan proses transformasi budaya dan sifat komunitas, namun cenderung individualistik.

    penutup
    Home schooling mengingatkan kita pada satu hal mendasar: mengembalikan peran orang tua dan keluarga ke tempat yang semestinya. dalam konsep islam sangat familiar idealisme; baitii jannati, rumahku adalah surgaku. tidak heran, karena disanalah peran utam keluarga, khususnya seorang ibu dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. ibu adalah madrasah pertama anak sebelum mengenal sekolah pada pengertian kita sekarang ini.
    bukan

    Homeschooling bukan lah yang terbaik , tetapi ini adalah salah satu model pendidikan untuk mayarakat yang ingin terlayani pendidikannya dengan lebih mengedepankan kepentingan bagi anak.

    Referensi
    ·         Joesoef soelaiman, Drs. “ pendidikan luar sekolah “Surabaya : usaha nasional, 1981
    ·         Iwan qodar himawan, “ pena pendidikan “ Jakarta :PT reka gagas cipta.
    ·         www. Homeshooling-danang sasongko. com






    Sebuah Tantangan dan kewajiban Bagi Penulis


    Indahnya menulis dirasakan ketika kita sedang berpikir apa yang akan ditulis dan untuk apa kita menulis. Keinginan menulis tercurahkan bersamaan dengan komitmen yang telah disepakati terhadap dirinya. Di dalam sebuah seminar kecil yang bertajukan tema Pembekalan Penulisan Dan Bimbingan Skripsi Mahasiswa Tentang Potensi Diri Untuk Menjadi Mahasiswa Yang Berprestasi. Yang disampaikan oleh Ust Dr. Dihyatun Masqon M.A . beliau menyampaikan 2 hal yang wajib dihindari dan dimiliki oleh seorang penulis.
    v  2 hal yang wajib dihindari oleh seorang penulis
    1.      Semangat perfect yang bersifat negative
    Tipe Semangat ini banyak dimiliki oleh kalangan penulis. Akan tetapi semangat ini membuat seorang penulis mengundur – ngundur dan membuang – buang waktu, yang mana keinginan untuk tulisan harus sempurna tanpa ada kecacatan. Adapun Penjelasan yang lebih rincinya, ketika seorang penulis memiliki keinginan yang perfect terhadap tulisannya. Maka dia berpikir dia akan berusaha untuk keperpustakaan demi tulisanya itu.
    Apa yang menjadikan sifat perfect ini negative dan tidak boleh dimiliki. Sebuah cerita, suatu hari penulis ini  memiliki sebuah ambisius terhadap tulisan yang sempurna tanpa ada kesalahan apapun, dengan berpikir “ tulisan saya nanti seperti ini, itu dan harus ada ininya dan sebagainya”. Tetapi apa yang ia kerjakan. Ketika pagi hari dia mau menulis karena terbesit dalam pikirannya ingin olah raga, dia olah raga sebentar, setelah olah raga dia merasa lelah maka istirahat sebentar, karena perut lapar setelah olah raga dia pergi kedapur. nah ketika makan dia telah merancang akan pergi keperpus untuk mencari buku tentang tulisanya itu. Disaat keperpus telah tersedia sebuah majalah baru dari  Gatra, Kompas, dan Hidayatullah. Dia berpikir wah  mungkin didalam majalah ada judul saya. kalau begitu saya akan baca dulu.
    Waktu 1 jam telah berlalu sampai 4 jam kemudian dan si penulis ini telah selesai membaca dan merasa agak lelah  maka dia beristirahat dengan membeli makanan ringan, ketika dijalan ketemu temanya diajaklah dia ngobrol sebentar tentang isu yang dia baca di majalah. ketika melihat jam waktu telah menunjukan jam 12:00 akhirnya dia pergi kekamar untuk persiapan sholat. Setelah sholat merasakan perutnya telah mengelu dia pergi ke dapur untuk makan  dan setelah makan dia merasa kalau siang hari tidak baik untuk waktunya menulis enaknya untuk tidur. Ketika bangun waktu menunjukan jam 16:00 . dia bangun sholat sebentar terus olah raga sampai jam 17: 00 ketika dikamar disempatkan ngobrol dengan temanya sambil menunggu maghrib. Dan ketika magrib dia merencanakan bahwasanya setelah isya saya akan start menulis. Ketika isya dia ingat bahwa ada perkumpulan dicios. Kemudian dia berpikir ya udah kalau begitu habis kumpul saya akan begadang. Ketika selesai perkumpulan sekitar jam 23:00  dia merasa ngantuk berat. “Wah malam ini saya ngantuk berat”, sebaiknya saya tidur dulu nanti pagi saya akan menulis . begitu seterusnya, hari demi hari dia lalui dengan keinginan yang perfect tanpa melakukan apapun.  Hal inilah yang harus dihindari oleh seorang penulis karena sangat merugikan dan mengundur-ngundur waktu dengan hal yang sepeleh.

    2.      Suka mengejakan sesuatu dengan dadakan
    Tipe orang seperti ini pastinya memiliki kepercayaan yang tinggi akan kemampuannya, akan tetapi dibalik itu semua dia memiliki sesuatu yang merugikan yaitu kinerja ketika menulis kurang maksimal karena mengganngap sesuatu bisa dikerjakan dengan sesaat tanpa ada proses.
    Mengerjakan dengan dadakan juga akan membuat penulis tidak berpikir matang-matang yang terpenting didalam tulisanya selesai  dengan sempurna.  penulis yang seperti ini tidak baik dicontoh karena pekerjaan yang ia kerjakan pastinya kurang maksimal  disebabkan  dikejar- kejar oleh waktu.

    v  2 hal yang wajib dimiliki oleh seorang penulis
    1.      Komitmen seorang penulis
    Sikap ini merupakan kewajiban yang harus dimiliki oleh penulis. Sebab dengan komitmen seorang penulis akan berkembang karena telah merancang masa depanya dengan komitmen artinya rancangan yang telah direncanakan selalu istiqomah seperti setiap hari harus menulis minimal 2 halaman.
    Awal keberhasilan tergantung apa yang direncanakan, tanpa rencana hidup akan selalu hampa. Tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Sebuah komitmen pun harus dipertahankan dan diperjuangkan karena rintangan sebuah komitmen bagi penulis sangat besar godaannya maka harus dibarengin dengan kegiatan spiritual seperti berwudhu kemudian sholat 2 rakaat dan berdoa agar dikembalikan semangat dalam menulis  
    2.      Focus dalam menulis
     sikap yang akan membawa penulis menuju  keberhasilan yaitu dengan focus karena focus atau konsentrasi  bisa menyelesaikan sebuah tulisan. Focus didalam tulisan maksimal 3 jam dan dibarengin dengan istirahat dan canda tawa agar otak tidak terlalu diporsir berpikir.
    Focus menulis pasti memiliki kendala karena rintangan yang selalu menunggu  sangat besar. Ketika ingin mulai dengan menulis pasti terbesit dalam hatinya ingin melakukan suatu kegiatan diluar target. Dan itu yang mengganggu focus dalam menulis. Maka di dalam sebuah majelis kefokusan sangat diperlukan demi kelacaran acara yang telah dirancang. Adapun kiat untuk selalu focus adalah niat dahulu. Karena segala sesuatu harus diniatin kalau nggak ada niat maka didalam pekerjaan akan selalu diikuti oleh nafsu yang menyebabkan pekerjaan tidak akan selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan.

    Penutup
    Sebagai akhir tulisan penulis akan memaparkan sebuah hal yang perlu diperhatikan didalam menulis dan penulis tahu selama ini penulis sudah memulai target setiap hari satu tulisan yang akan dipublikasikan ke media massa.
    Hal perlu diperhatikan oleh  penulis ketika menulis
    1.      Kerjakan dari yang mudah baru ke tahap yang sulit
    2.      Ketika ingin keluar dari tepat penulisan usahakan tulisan tidak sampai titik artinya tulisan masih tahap berpikir bukan sampai titik.
    3.      Istirahat setealah selesai penulisan contohnya dalam menulis bab 1 telah selasai harus istirahat 1 atau 2 hari untuk membaca ulang agar tetap lekat apa yang ditulis karena bab 1 sangat urgen ketika di ujian skripsi.
    4.      Mulailah dari sekarang jangan menunggu besok. Karena seorang penulis membutuhkan latihan.   

    Semangat "Man Jadda WaJada" Untuk Berprestasi



    Kisah seorang alumnus Gontor angkatan 2006 yang bernama putra dengan prestasinya yang membanggakan menjadikannya sebagai wakil Indonesia dalam ajang World Model United Nations (WorldMUN ) 2012, bersama 10 mahasiswa terpilih lainya dari fakultas Ilmu Social dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, yang akan berpartisipasi dalam simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaksanakan pada 11-15 maret 2012 di Vancouver, Kanada. Acara tersebut dihadiri sebanyak 2.200 mahasiswa dari 260 universitas di 65 negara dunia dan akan diliputi oleh berbagai media, baik lokal maupun internasional.

    Pertayaan sekarang, kok bisa dia seperti itu. Apa rahasianya ? rahasianya Cuma satu sob, yaitu dia bisa bahasa. Coba kita ingat ketika masih di KMI. Kita sering mendengar  bahwa dengan bahasa kita bisa mengelilingi dunia dan kita bisa menggapai dunia. Sob, mungkin istilah ini terlalu besar tapi itu sudah terbukti oleh teman kita, yang sedang mewakili Indonesia. 

    Kita yang sekolah di Gontor. kenapa tidak bisa seperti dia !!!  Inilah yang harus kita renungkan sob. Sudah berapa besar  bahasa yang kita kuasai sob. Apakah bahasa arab yang kita dapat dari gontor standar dengan orang luar.

    Beberapa dari kita memang merasa wuaah, karena telah menguasai  bahasa arab tapi beberapa dari kita juga merasa menyesal karena kurang maksimal dalam menguasai bahasa.  Dan kita semua  ada yang belum sadar tapi merasa udah bisa sob.

    Seorang putra sebagai delegasi Indonesia dalam ajang WoldMUN 2012 telah membuktikan dirinya  sebagai contoh untuk para alumni santri Gontor  bahwa Gontor merupakan sebuah kunci dalam meraih kesuksesan . ingat mahfudhot kelas satu “ Man Jadda WaJada”  barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia pasti berhasil. 

    Tidak ada kesuksesan dalam berbagai profesi di dunia ini yang tidak mengandalkan kerja keras. Artinya mau sukses, berarti kita harus bekerja keras. Atau mau biasa-biasa saja, ya tidak usah bekerja keras.

    Sob. Kesuksesan adalah kata yang menjadi harapan bagi semua orang. Hampir setiap orang di dunia ini berbuat sesuatu demi mencapai kesuksesan. Bahkan terkadang seseorang mengorbankan apapun untuk mencapai kesukesan yang ia idam-idamkan.

    Bagaimana cara menggapainya sob ? kita harus bergerak , bergerak, dan bergerak. Kata ini dari dosen saya, Ust. Dihyatun Masqon M.A . Beliau pernah berkata :

    The secret of life and the essence of it is movement. I exist so long as I move. when I cease to move I shall cease to be

    Rahasia kehidupan dan hakikatnya adalah gerakan. Jika gerakan tidak ada maka kehidupan ini terasa mati.  Jadi kekuatan kehidupan didasarkan atas sudah sampai mana pergerakan kita untuk kesuksesan kita sendiri sob.

    Memang didalam pergerakan pasti ada kesulitan  tapi jangan menyerah, karena akan selalu ada harapan. Hidup ini akan selalu menghadapi berbagai persoalan yang terkadang datang silih berganti, hinga suatu saat, mungkin kita merasa berada pada satu titik di mana kita tidak bisa lagi menghadapi beban persoalan tersebut terkadang, disaat kritis tersebut, kita menghadapi dilema besar. Sebuah pertayaan muncul dihadapan kita: bisakah kita bertahan? Haruskah kita menyerah?

    Dalam kondisi semacam ini, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah “Melawan”  semua kemungkinan kita untuk menyerah. Tanamkan dalam diri kita bahwa kita akan melakukan usaha sampai batas akhir dimana kita tidak bisa lagi berbuat apa-apa.

    Contohnya sob. Orang dikejar anjing, misalnya, terkadang bisa melakukan hal-hal yang luar biasanya yang sebelumnya tidak terpikirkan. Dengan reflek, ia bisa lari sekencang-kencangnya, atau melewati pagar yang tinggi, meloncati parit, berenang disungai, atau melakukan berbagai hal lain yang bisa jadi sebelumnya belum pernah ia lakukan.  

    Kekuatan dalam diri harus terus diasah, dilatih, karena kita membutuhkan kekuatan itu untuk menumbuhkan keyakinan kita sob. Karena dengan percaya diri kita bisa berambisi untuk menggerlorakan hidup dan membuka potensi diri kita. Sama seperti putra ini, dia memiliki keyakinan bahwa kekuatan yang ada dalam dirinya pasti dapat dimaksimalkan dengan cara melakukan pergerakan disana – disini. nah ini dulu ya sob  semangat akan muncul  jika kita terus membaca.


    Konsep Pendidikan Mohammad Natsir


     
    Pendidikan menurut Mohammad Natsir
         Pendidikan islam dewasa ini ditengarai banyak pihak masih bersifat persial, karena belum diarahkan kepada pembentukan insan kamil. Perhatian yang kurang terhadap keseimbangan antara aspek spiritual dan intelektual menyebabkan produk pendidikan saat ini belum biasa dianggap sebagai manusia seutuhnya melainkan manusia yang individualis, materialis, dan pragmatis. Di samping itu pendidikan Islam sering kali berjalan apa adanya, alami dan tradisional. Karena dilakukan tanpa perencanaan konsep yang matang. Akibatnya, mutu pendidikan Islam kurang menggembirakan. Makalah iniakan mencoba memaparkan konsep pendidikan Mohammad Natsir serta pemikirannya terhadap pendidikan tersebut.

    Riwayat Pendidikan[1]
    Riwayat pendidikan M. Natsir dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) di Maninjau Sumatera Barat hingga kelas dua. Setelah itu pindah ke Holland Inlandse School (HIS) Adabiyah Padang Panjang. Natsir melewati masa kehidupannya dengan penuh perjuangan berat. Sejak kecil ia memasak, mencari kayu bakar, menimba air, mencuci pakaian, menyapu halamanb, dan lain-lain. Di usia sangat muda, Natsir berpisah dengan orang tuanya dan menempuh hidup sebagai orang dewasa, Mulailah ia tidur di surau bersama-sama kawan-kawannya sesama laki-laki. Hanya pada waktu siang dan saat tertentu saja, Natsir berada di rumah.
    Setelah lulus dari HIS, Natsir diterima beasiswa di MULO (Meer Uitgebreid Lager Orderwijs). Di MULO tersebut ia mulai aktif berorganisasi dengan masuk dalam Jong Sumatranen Bond yang diketuai Sanusi Pane. Selanjutnya bergabung dalam Jong Islamieten Bond. Menurut Natsir, organisasi merupakan pelengkap selain yang didapatkannya di sekolah dan memiliki andil yang cukup besar dalam kehidupan bangsa. Dari kegiatan berbagai organisasi inilah mulai tumbuh bibit sebagai pemimpin bangsa pada Muhammad Natsir.

    Pertama, tentang peran dan fungsi pendidikan.
    Dalam hubungan ini paling kurang terdapat enam rumusan yang dimajukan Natsir. Pertama, pendidikan harus berperan sebagai sarana untuk memimpin dan membimbing agar manusia yang dikenakan sasaran pendidikan tersebut dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani secara sempurna, Kedua, pendidikan harus diarahkan untuk menjadikan anak didik memiliki sifat – sifat kemanusiaan dengan mencapai akhlak al – karimah yang sempurna. Ketiga, pendidikan harus berperan sebagai sarana untuk menghasilkan menusia yang jujur dan benar ( bukan pribadi yang hipokrit ). Keempat, pendidikan agar berperan membawa manusia agar dapat mencapati tujuan hidupnya, yaitu menjadi hamba Allah Swt. Kelima, pendidikan harus dapat menjadikan manusia yang dalam segala perilaku atau interaksi vertical maupun horizontalnya selalu menjadi rahmat bagi seluruh alam, keenam, pendidikan harus benar – benar mendorong sifat – sifat kesempurnaannya dan bukan sebaliknya, yaitu menghilangkan dan menyesatkan sifat – sifat kemanusiaan.[2]
    Kekuasaan mutlak yang harus ditaati. Ketaatan kepada Allah yang mutlak itu mengandung makna menyerahkan diri secar total kepada Allah. Menjadikan manusia menghambakan diri hanya kepada – Nya.

    Kedua, tentang tujuan pendidikan Islam.
    Menurut Natsir, tujuan pendidikan pada hakikatnya adalah merealisasikan idealitas Islam yang pada intinya menghasilkan manusia yang berperilaku islami, yakni beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan naisonal yang terpatri dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menempatkan beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa sebagai tujuan sentral.[3]
    Menurut M. Natsir, seorang hamba Allah adalah orang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah, sebagai pemimpin manusia. Mereka menjalankan perintah Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama manusia,  menunaikan ibadah terhadap Tuhannya sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 177 yang artinya. Bukanlah kebaikan itu dengan menghadapkan muka ke arah barat dan timur, tetapi kebaikan itu adalah mereka yang beriman kepada Allah,  hari kemudian, malaikat, kitab, dan nabi – nabi – Nya serta memberikan harta yang disayanginya kepada karib – karibnya, anak yatim, orang yang terlantar, orang yang terputusa uang belanjanya dalam perjalanan serta untuk memerdekakan manusia dari perbudakan. Ia mendirikan shalat, membayar zakat, teguh memegang janji apabila ia berjanji, bersifat sabar dan tenagn di waktu  bahaya dan bencana.
    Berdasarkan ayat tersebut di atas, seorang hamba Allah adalah mereka yang memiliki enam sifat sebagai berikut. Pertama, memiliki komitmen iman dan tauhid yang kokoh kepada Allah serta terpantul dalam perilakunya sehari - hari. Kedua, memiliki kepedulian dan kepekaan sosial dengan cara memberikan bantuan dan santunan serta mengatasi kesulitan dan penderitaan orang lain. Ketiga, senantiasa melakukan hubungan vertikal dengan Tuhan dengan menjalankan ibadah shalat secara kontinu. Keempat, senantiasa melakukan hubungan horizontal dengan sesame manusia dengan cara memberikan sebagain harta yang dimiliki kepada orang lain. Kelima, memiliki akhlak yang mulia yang ditandai dengan kepatuhan dalam menunaikan janji yang telah diucapkannya, Keenam, memiliki jiwa yang tabah dalam menghadapi situasi dan kondisi yang kurang menyenangkan, bahkan menakutkan.



    Ketiga, tentang dasar pendidikan.
    Dalam tulisannya yang berjudul Tauhid sebagai Dasar Didikan, M. Natsir menceritakan tentang pentingnya tauhid dengan mengambil contoh pada seorang professor fisika bernama Paul Ehrenfest yang mati bunuh diri. Ia berasal dari keluarga baik – baik dan telah memperoleh pendidikan Barat tingkat tinggi. Telah banyak penemuan – penemuan rahasia alam yang dihasilkannya dan telah menjadi bahan rujukan dalam dunia ilmu pengetahuan. Pekerjaannya sehari – hari tak pernah tercela. Demikian pula pergaulannya selalu dengan orang yang baik – baiknya, bahkan ia sendiri termasuk orang yang ramah.[4]

    Keempat, tentang ideologi dan pendekatan dalam pendidikan.
    Natsir mengajukan konsep pendidikan yang khas ditengah persoalan dikotomis antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Konsep pendidikannya adalah integral, harmonis, dan universal. Dalam pidato yang ia sampaikan pada rapat Persatuan Islam di Bogor, 17 Juni 1934 dengan judul ” Ideologi Didikan Islam” serta dalam tulisannya di Pedoman Masyarakat pada 1937 dengan judul ”Tauhid sebagai dasar Pendidikan”, dengan gamblang menggariskan ideologi pendidikan umat Islam dengan bertitik tolak dari dan berorientasi kepada tauhid sebagaimana tersimpul dalam kalimat syahadat.
    Melalui dasar tersebut akan tercipta integrasi pendidikan agama dan umum. Konsep pendidikan yang integral, universal, dan harmonis menurut Natsir, tidak mengenal dikotomi antara pendidikan agama dan pendidikan umum, melainkan antara keduanya memiliki keterpaduan dan keseimbangan. Semua itu dasarnya agama, apa pun bidang dan disiplin ilmu yang ditekuninya. Sepertinya kelahiran Sekolah Islam Terpadu saat ini melalui himpunan keanggotaan Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia memiliki nafas yang sama dengan pandangan Natsir ini.

    Kelima, tentang fungsi bahasa asing.
    Menurut Natsir bahwa bahasa asing amat besar perannya dalam mendukung kemajuan dan kecerdasan bangsa. Dalam kaitan ini, Natsir selalu ingat pada ucapan Dr.G. Drewes yang mengatakan bahwa hanya dengan mengetahui salah satu bahasa Eropa, yang terutama sekali bahasa Belanda, masyarakat bumi putra dapat mencapai kemajuan dan kemerdekaan pikiran.

    Keenam, tentang keteladanan guru.
    Menurut DR.G.J. Nieuwenhuis sebagaimana dikutip oleh Natsir, suatu bangsa tidak akan maju, sebelum adanya guru yang mau berkorban untuk kemajuan bangsa tersebut pernyataan ini dikutip oleh Natsir, karena pada saat itu minat kalangan akademik untuk menjadi guru sudah mulai menuru. Berkaitan dengan masalah ini, Natsir menulis artikel dengan kalimat pembuka : “ Sekarang saya mempropagandakan pendidikan, tetapi nanti saya tidak dapat mendidik anak – anak saya “. Pernyataan kalimat tersebut merupakan salah satu alasan yang dikemukakan seorang lulusan HIK yang pernah menjadi pemuka dari organisasi guru – guru di Indonesia. Dari ungkapan itu Natsir memahami mengapa guru tamatan HIK menukar pekerjaannya ( alih profesi ) dari yang semula sebagai guru menjadi pegawai pos.
    Sistem pendidikan Belanda memang betul dapat memberikan bekal pengetahuan modern, keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan oleh zaman, tapi saying jiwanya kerdil, dan dikotomis karena tidak memiliki landasan iman dan akhlak yang mulia. Di sisi lain pendidikan pesantren dan madrasah memang betul memberikan bekal akidah dan akhlak yang mulia, tapi tidak memberikan bekal ilmu pengetahuan modern, teknologi dan keterampilan yang memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang. Kemudian dengan dikotomi ilmu telah membuat orang pincang sebelah yang mengakibatkan tidak seimbang antara duni dan akhirat.[5]  
    Penutup
    Tampaknya, gagasan dan pemikiran almarhum M. Natsir relevan dalam tinjauan perkembangan pendidikan dewasa ini.
    Pertama, M. Natsir adalah tokoh nasional dan internasional yang memiliki integritas pribadi dan komitmen yang kuat untuk memajukan bangsa dan Negara
    Kedua, M. Natsir selain sebagai seorang negarawan yang handal, ia juga termasuk pemikir dan arsitek pendidikan Islam yang serius.
    Ketiga, sebagai pemikir dan arsitek pendidikan, Natsir selain menulis karya ilmiah yang berisikan gagasan dan pemikiran tentang pembaharuan dan kemajuan pendidikan Islam, ia juga sebagai praktisi dan pelaku pendidikan yang terbukti cukup berhasil.
    Keempat, sebagai pemikir dan arsitek pendidikan, Natsir melihat bahwa masalah pokok untuk mengatasi keterbelakangan dalam pendidikan terletak pada tiga hal :
     (1) dengan merombak sistem yang dikotomis kepada system yang integrated antara ilmu agama dan umum,
    (2) dengan merombak kurikulum dari kurikulum yang dikotomis menjadi integrated, dan
    (3) dengan mempersiapkan guru yang komitmen dan dapat menjadi teladan bagi peserta didik.











    Daftar Pustaka

    Alaydroes, Fahmy dkk.. Jaringan Sekolah Islam Terpadu: Konsep dan Aplikasinya. Bandung: Asy Syamil 2006.
    Haryono, Anwar, dkk, Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001.
    Mohammad, Henry dkk, Tokoh-tokoh Islam yang Berpengaruh Abad 20, Jakarta: Gema Insani Press, 2006.
    Nata, Abuddin. Tokoh-Tokoh Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada 2005.
    Nata,Abuddin. Manajemen Pendidikan Islam, Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta.: Prenada Media. 2003.
    Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.  2004



    [1] Haryono, Anwar, dkk, Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001. P:45
    [2]  Nata,Abuddin. Manajemen Pendidikan Islam, Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta.: Prenada Media. 2003. P: 74

    [3]  Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.  2004

    [4] Mohammad, Henry dkk, Tokoh-tokoh Islam yang Berpengaruh Abad 20, Jakarta: Gema Insani Press, 2006. P: 38

    [5] Nata, Abuddin. Tokoh-Tokoh Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada 2005. P: 25

    Pendidikan Menyandera Peserta Didik

    Sebuah lembaga pendidikan berdiri disekitar masyarakat, yang mana lembaga tersebut memilki sebuah visi dan misi yaitu mencerdaskan anak bangsa. Pendidikan memiliki tingkatan – tingkatan mulai dari jenjang SD, SMP. SMA sampai PERGURUAN TINGGI dari tingkatan –tingkatan ini memiliki sebuah perbedaan, yang mana SD (sekolah dasar) berawal dari peserta didik yang belum mengetahui apa-apa dan didalamnya diajarkan dasar dari ilmu pengetahuan. SMP juga merupakan tingkatan menuju wawasan ilmu pengetahuan, dimana siswa di ajarkan berupa ilmu –ilmu alam, sosial dan sebagainya tak sekedar dasar ilmunya akan tetapi sebuah aplikasi dasar yang telah dipraktekan seemenjak ditemukanya oleh para ilmuwan. Adapun tingkatan SMA sebuah tanjakan menuju pengkhususan yang mana didalamnya dibagi dua jurusan IPA dan IPS. IPA merujuk pada perhitungan, rumus dan logika sedangkan IPS merujuk pada sosial, pengetahuan, dan keaadaan masyarakat. Sedangkan perguruan tinggi merupakan sebuah pendalaman ilmu secara khusus yang kemudian diaplikasikan kepada masyarakat. Dari tingkatan tersebut akan menghasilkan siswa yang berkompeten dalam bidangya. 

    Banyak lembaga juga menjadikan pendidikan sebagai arah utama memajukan kondisi bangsa sebagai contohnya negara jepang. mulai dari pendidikan sepang bisa menguasai  revolusi industri dunia. selain jepang juga negara cina, korea, iran dan lain sebagainya. begitu banyak contoh -contoh yang bermula dari pendiidikan bisa kemana saja akan tetapi disamping itu semua, pola pikir masyarakat kita menilai dari sebuah pendidikan dari dasar sampai tingkat atas semuanya atas dasar uang, tanpa uang pendidikan tak lanca. Dan inilah sebuah pola pikir yang dikembangkan dari kebanyakan lembaga-lembaga yang mana lembaga tersebut hanya memprioritaskakn pada keuntungan semata tanpa dilihat dari aspek lain seperti kemampuan siswa, kecerdasan siswa, dan minat siswa. Dari sinilah kegiatan sebuah lembaga pendidikan yang  semuanya, didasarkan atas keuntungan semata menyebabkan  pendidikan hanya dipaksakan dan hasil itu semua, tak akan seperti yang diharapkan bahkan menghasilkan siswa –siswa yang hanya berpikiran materialisme atau  hanya menghasilkan keluaran yang biasa-biasa aja. begitu juga siswa jika dirinya merasa dipaksa untuk menerima sebuah pendidikan tanpa didasari pemahaman yang sebenarnya maka pendidikan dijadikan sebuah ruangan yang didalamnya hanya diisi oleh orang –orang yang hanya menginginkan ijazah sedangkan ilmunya hanya sekedar sampah.  Kegiatan pembelajaran didalam pendidikan tak akan tercipta seperti yang diinginkan oleh seorang pengajar jika pembelajaran tersebut hanya sebagai kegiatan sampingan yaitu hanya sekedari pemasukan keuangan. 

    maka dari ideologi diatas menjadikan murid akan merasa berat disaat menjalani proses pendidikan dan upaya tersebut berdampak dari kebanyakan orang lebih memilih kerja dari pada meneruskan sekolah karena dengan kerja akan menghasilkan uang sedangkan sekolah belum tentu mulus dapat uang . ideologi inilah manjadikan pendidikan bagaikan penyanderaan peserta didik. Dan dari pola pikir inilah yang dijadikan sebagai dasar dari pengalihan kesebuah pekerjaan.

    Makna sebenarnya pendidikan merupakan sebuah perubahan yang menjadikan manusia memiliki wawasan ilmu pengetahuan dan juga sebagai pembeda antara hewan dan manusia. jika pendidikan tidak dimulai dari rasa kemauan yang didasari pemahaman yang benar akan pendidikan  maka akan sulit untuk diteruskan dan itu akan menjadikan manusia dalam kekangan yang terus menerus dirasakan ketika menjalani sebuah proses pendidikan baik SD . SMP , SMA maupun perguruan tinggi 

    Kesalahpahaman terhadap pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh tindakan orang tua melainkan dari  pihak lembaga tersebut. Karena proses pembelajaran bukan saja  dirumah melainkan di lembaga pendidikan. Kesukaan seseorang dengan pendidikan akan tercermin pada saat menggali ilmu dimana pun dia berada. Dan dari keberadaanya akan selalu disertai dengan ilmu.

     Ilmu dan harta memiliki sebuah perbedaan sangat jauh. ilmu jika semakin bertambah maka akan melindungi sipemiliknya. Sedangkan harta semakin bertambah pemiliknya semakin tidak tenang. dari perbedaan inilah kita dapat membandingkan antara ilmu dan harta atau antara pendidikan dan pekerjaan. pendidikan sudah pasti akan mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak akan tetapi pekerjaan belum tentu didalamnya ada  pendidikannya. 

    Terakhir sebuah pendidikan dapat menyandera peserta didik karena  siterdidik tidak mau lagi untuk diajarkan atau sudah tidak lagi ingin melanjutkan sekolah  karena  sekolah hanya seperti itu tak ada yang baru dan inilah pola pikir yang salah kaprah, kalau kita memahami kenapa kita perlu pendidikan maka bangsa ini akan kaya dan masyarakatnya dapat keluar dari kemiskinan. Berawal dari sebuah pendidikan kita bisa menguasai dunia dan ini tlah terbukti, maka dari itu janganlah berkecil hati dulu akan tetapi sukailah dulu dan dari rasa suka ini pendidikan akan menyelamatkan kita bukan menyandera kita khususnya bagi kita yang merasa masih sekolah baik di jenjang SD. SMP. SMA maupun PERGURUAN TINGGI,  

    Guru dalam Sistem Pendidikan Islam


    Oleh : Ach Farouq Abdullah
    *Mahasiwa Darussalam Universitas*
    Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti mengadakan hubungan atau interaksi dengan orang lain. Interaksi tersebut dapat berupa interaksi yang berlansung dalam bidang social ekonomi, poplitik, pendidikan dan sebagainya. Salah satu dari interaksi tersebut berupa interaksi edukatif yang berarti interaksi yang berlangsung dalam ikatan Tujuan pendidikan[1].
    Guru merupakan wakil orang tua siswa disekolah oleh Karenanya guru yang berstatus sebagai orang tua wajib mengusahakan agar hubungan atau interaksi antar mereka dengan siswa dapat serasi,[2] seperti yang terjadi di dalam rumah tangga. Akan tetapi banyak guru tidak sadar mengetahuinya ketika bagaimana harus bertindak apabila ada siswanya datang kesekolahannya membawa masalah atau membawa perasaan kusut.
    Beberapa orang guru bersikap “tidak mau tahu” dengan urusan siswa. mereka ini merasa bahwa mereka bukan pembimbing sehingga tidak dapat melakukannya, atau bahkan menyatakan bahwa problema yang ada pada siswa bukan menjadi tanggung jawabnya, tetapi pembimbing. Atau mereka akan berpendapat bahwa problema yang ada pada siswa harus disisihkan dari kehidupan sekolah. Karena tugasnya hanya mencerdaskan siswa. Tidak sedikit guru yang berpendapat seperti itu bahwa siswanya seperti majikan berpikir tentang pekerja pabriknya, yaitu bahwa apabila mereka mempunyai masalah, hendaknya ditinggalkan saja dirumah dengan demikian berpikir seperti itu maka mereka bersikap tidak peduli terhadap masalah yang dimiliki siswanya .
    Sikap ini tidak pantas lagi diberi tugas sebagai pendidik propesional karena masalah siswa secara serius akan mempengaruhi proses belajar[3] yang mereka alami di sekolah karena disekolah produksi siswa dipengaruhi oleh kerja otak yang erat kaitanya dengan perasaan yang bermasalah berbeda dengan pabrik produksi dipengaruhi oleh kerja mesin pabrik oleh karena itu dalam keadaan emosi[4]  yang terganggu seperti ini maka upaya dari guru betapapun kerasnya akan tidak banyak manfaatnya bagi muridnya. padahal selama proses mengajar-belajar berlangsung. terjadilah interaksi antara guru dan siswa.[5]
    Kenapa guru tidak berhasil membantu siswa? Pertama : pengenalan dan pemahaman guru terhadap masalah sisa kurang mendalam dan kesedua guru kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memecahkan masalahnya.
    Thomas Gordon mengemukakan bahwa kunci paling penting untuk menjalin hubungan pengajaran antar guru dengan siswa adalah kemampuan berkomunikasi secara efektif. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Gordon menunjukan bahwa campur tangan guru terhadap pemecahan masalah yang dialami siswa akan lebih berharga dibandingkan dengan cara-cara canggih apapun yang dilakukan oleh bukan mausia. Didalam kegiatan Teacher Effective Training (T.E.T) yang terkenal dan ditangani oleh Gordon, telah diidentifikasikan berbagai kejadian yang dijumpai oleh  guru didalam kehidupan sekolah. sayang hanya sedikit saja guru yang berhasil menyelesaikan kasus siswa dengan baik disebabkan karena pengetahuan dan keterampilan bimbimgan mereka yang kurang memadai.
    Adapun menurutnya untuk mengatasi perilaku sisa yang tidak diterima oleh guru dapat dikelompokan menjadi dua belas kategori
    1.      Meminta, Menyuruh, Mengarahkan
    Misalnya : jangan mengeluh saja! Mulailah bekerja seperti teman lain!
    2.      Mengingatkan , Mengancam
    Misalnya : sebaiknya anda membuat dengan cara lain jika anda ingin mendapat nilai baik
    3.      Memberikan Khotbah, Menasehati, Menyarankan,
    Misalnya :“ anda seyogyanya melupakan masalah anda. tinggalkan masalah anda dirumah karena disekolah ini tugas anda mencari ilmu
    4.      Memberi Nasehat, Menawarkan atau Menyarankan Alternative
    Misalnya :“ cara yang baik untuk anda adalah menyelesaikan soal-soal bagian pertama dulu, baru kemudian berpindah kebagian dua”
    5.      Mengajar memberi kuliah, memberikan argumentasi logis
    Misalnya :“ mari coba kita lihat sisa waktu yang ada. Waktu yang tersedia untuk belajar bagi anda tinggal dua bulan lagi. Seyogyanya anda menyusun jadwal dengan cermat agar tidak ada waktu anda yang tidak terpakai.
    6.      Mempertimbangkan, Mengkritik, Tidak Menyetujui, Menyalahkan
    Misalnya : kamu memang malas, terlalu menganggap ringan masalah ini”
    7.      Memberi Label, Mengatai-Ngatai  Mengklisekan
    Misalnya :” kamu bergaya seperti anak kelas VI saja
    8.      Menginterpretasikan, Menganalisa, Mendiagnosis
    Misalnya :“ kamu agaknya berusaha menghindari tugas ini “
    9.      Memuji, Menyetujui Memberikan Penilaian Positif.
    Misalnya “ anda sebenarnya mempuyai bakat. Saya yakin anda pasti dapat melakukannya, asal anda berusaaha dengan serius.
    10.  Menyakinkan, Manruh Simpati, Memberikan Dukungan .
    Misalnya :“bukan hanya anda sendiri yang mendapat cobaan seperti ini saya pun akan merasa demikian kalau mendapat cobaan yang sama.
    11.  Mengajukan Pertayaan, Memberikan Pancingan, Mencoba Menelusuri, Menguji Kembali
    Misalnya :” benarkah bahwa anda menganggap soal ini sukar?” ,”berapa lamakah anda menyelesaikan tugas ini?”, “ Menggpaa anda masih juga bertahan menunggu dia ?”
    12.     Menarik Diri, Mengalihkan Perhatian, Mengasyikan , Memberikan Humor.
    Misalnya :”mari kita membahas bagian yang menarik ini saja !” nah , sekarang sudah tiba waktunya kita kembali ke masalah kita semula !” rasanya saya melihat sesuatu yang agak kurang beres ya.  Mari coba kita lihat bersama dimana letak kesalahan kita.  

    Pengajaran yang berkualitas adalah pengajaran yang menghasilkan dampak positif yakni terkuasainya pengetahuan. Menurut teori Gilbert dan Levinson menyebutkan bahwa hubungan antara guru dengan siswa dibedakan 2 tipe :
    1.                  Bentuk hubungan kastodial (menjaga)
    Pendekatan ini siswa dipandang selalu dalam keadaan tidak disiplin dan tidak bertanggung jawab. Dengan demikian tugas guru adalah mengamati atau mengontrol sisw dan siap dengan sanksi-sanksi serta hukuman
    2.                  Bentuk humanistic (secara manusiawi )
    Dimana siswa belajar melalui interaksi dan pengalaman. Dengan demikian siswa terlibat dalam kegiatan head to head antar staff pengajar di dalam kelas  demi membantu siswa membentuk dan mengembangkan disiplin pribadi bukan mendisiplinkan mereka.
      
    Penutup
    Guru merupakan spiritual father bagi siswanya. Hal ini disebabkan guru memberikan bimbingan jiwa siswanya dengan ilmu, mendidik dan meluruskan akhlaknya. Menghormati guru berarti penghormatan terhadap anak-anak kita, menghargai guru berarti penghargaan terhadap anak-anak kita. Dengan guru itulah mereka hidup dan berkembang. Bahkan Abu Dardaa melukiskan hubungan guru dan murid itu sebagai pertemanan dalam kebaikan dan tanpa keduanya maka tidak ada kebaikan.



    [1][1] Abu Ahmadi Dan Joko Tri Prasetya.” SBM, Strategi Belajar Mengajar Untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK”. Cet 2 (Bandung: Cv Pustaka Setia. 2005). Hal.118
    [2] Seorang ahli didik Amerika pernah mengatakan bahwa perubahan yang terbesar yang terjadi dalam seperempat abad akhir-akhir ini ialah perubahan dalam hubungan antara guru dengan murid, yakni dari hubungan sebagai antara atasan dan bawahan menjadi hubungan persahaban dimana  guru menghormati pribadi anak. Dapat dilihat di Prof. Dr. S. Nasution. M.A .”Didaktik Asas-Asas Mengajar”. Cet.5.(Bandung: Pt Jemmars. 1986). Hal. 25
    [3] Proses belajar mengajar antara guru dengan siswa sangat berpengaruh karena didalam relasi guru dengan siswa yang baik, siswa akan menyukai gurunya, dan proses belajar – mengajar akan lancer dan siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya. Lihat dibuku Slameto.” Belajar Dan Factor-Faktor Yang Mempengaruhinya”. Cet 4 (Jakarta: PT Asdi Mahasatya. 2003). Hal. 66
    [4] Keadaan anak tidak begitu stabil emosinya, sehingga dapat mengganggu belajarnya. Misalnya ada masalah yang kecil saja dapat timbul emosi yang mendalam, sampai menimbulkan gejala-gejala negative tak sadarkan diri, kejang, dan sebagainya. Dalam keadaan emosi yang mendalam ini tentu belajarnya mengalami hambatan-hambatan. Anak-anak semacam ini membutuhkan situasi yang cukup tenang dan penuh pengertian agar belajarnya dapat lancar. Lihat dibuku Drs. H. Abu Ahmadi.” Teknik Belajar Yang Efektif”. Cet 1 (Semarang : Pt.Rineka Cipta. 1990). Hal. 96
    [5] W.S Winkel.” Psikologi Pengajaran.” Cet 4 (Jakarta: Pt Gramedia. 1991). Hal. 132

     
    Support : Creating Website | Tutorq Template | Template
    Copyright © 2011. FAROUQ'S - All Rights Reserved
    Template Modify by Creating Website
    Proudly powered by Blogger