TUTORIAL KOMPUTER
  • 10 Virus Komputer Paling Mematikan Di Dunia
  • Kunci Mempercepat Acces Komputer
  • MENGENAL SISTEM KOMPUTER
  • Sejarah Perkembangan Komputer
  • Informasi computer terkini
  • Mengenal System Software
  • Mengupas Masalah Motherboard
  • Mengupas Detail Tentang CPU
  • Kode Mempercepat Editing Paragraf
  • Memproteksi Folder Dengan Password
  • Macam-Macam Perintah Pada Run Commands
  • Mempercepat Waktu Shutdown
  • Ubah Tampilan Windows
  • Kode Akses Siemens
  • Kode Akses Samsung
  • Kode Akses Sony Ericsson
  • Kode Akses Nokia
  • Seni Photoshop ( Angan Merokok )
  • Menyembunyikan Menu Help Pada Start Menu
  • Menyembunyikan Menu Document Pada Start Menu
  • Menyembunyikan menu Find pada Start Menu
  • Mengembalikan Folder Documents Yang Hilang
  • Memproteksi File
  • Mengganti Icon Drive
  • Mengganti Alignment Pada Drop Down Menu
  • Disable Klik Kanan Pada Taskbar
  • Disable Klik Kanan Pada Dekstop & Explorer
  • Menyembunyikan Menu Start Menu
  • Persentasi Antara Flash Dan Power Point
  • Mengganti Screen Saver Lewat Registry
  • Menghilangkan Username Pada Start Menu
  • Menampilkan Administrator Di Welcome Screen
  • Menyembunyikan My Recent Documents
  • TUTORIAL HACKER
  • Bad Unicode
  • Cara Skip Win Registrasi XP
  • Craking Dengan F.A.R.A.B.I
  • DoS, Serangan yang Belum Tertangkal
  • Hack Dan Prinsip Dasar Psikologis Hack
  • Hacking NT Server Melalui Remote Data Service
  • 95% Web Server Di Dunia has been dead
  • Hacking Web Site with cart32.exe installed
  • Konsep Lain Menjebol Server Webfroot Shutbox
  • Istilah Teknologi Informasi Bahasa Indonesia
  • Mendapatkan account ISP gratis!
  • Mendapatkan Serial Number WinZip 8.1
  • Menghilangkan Password Bios
  • Mengintip Password Linux
  • Menjebol Apache Web Server Melalui Test-Cgi
  • Menjebol Server Melalui Service FTP
  • Pembobolan 1000 Kredit Card di Step-up
  • Penjebolan Server Melalui FTP
  • Hati-hati DLM Mengetikkan Klikbca.Com
  • VIRUS M HEART
  • Bongkar Password Microsoft Acces
  • BUG TELKOMSEL & (FREE Phone ke-CYPRUS
  • Cara Efisien Mendapatkan Puluhan Ribu Email
  • Cara Sederhana membuat virus PHP
  • Cara Singkat Menginfeksi Openssh-3.4p1 Z
  • Cracking GateKeeperm
  • HACKING FOR BEGINNER
  • Hack Windows NT2000XP Admin Password
  • Melewati pembatasan hak akses warnet
  • Melindungi Data dari SQL Injection
  • memainkan fungsi tombol HP
  • Membedah Teknik SQL Injection
  • Bongkar key Windows Dengan @ stake LC4
  • Meminimalkan Biaya Saat menelpon Di Wartel
  • Menangani Virus Lohan
  • MENGACAK-ACAK REGISTRY WARNET
  • Mengelabui Pengejar Hacker
  • Meng-Hack Pesawat Telepon Yang Terkunci
  • Meng-hack PHP-BUg's
  • Kelemahan pasword & login yahoo pd Cgi
  • Trik Penjebolan Sites
  • Ragam Hacking Menggunakan Google
  • Rahasia Teknik Serangan SQL Injenction
  • Teknik Pembuatan Virus Makro Pd XP
  • Seni Internet, Googlingg
  • Situs Hacker Yang Ikut Bermasalah
  • Teknik Hacking Situs KPU Dr segla arah
  • Teknik Menyusup Ke TNP Center KPU
  • Tip N Trik Telephon Gratis Musso
  • Trik Mereset Password Windows 9x
  • TUTORIAL BLOG
  • Menuliskan Script di Blog
  • Membuat Artikel Terkait/Berhubungan
  • Membuat Feed di Blog Dengan Javascript
  • Membuat Navigasi Breadcrumb di Blog
  • Membuat Meta Deskripsi di Halaman Blog
  • Membuat Readmore Versi 1
  • Membuat Read More Otomatis di Blog
  • Membuat Read More Versi 2
  • Membuat Tabs Menu Horizontal
  • Membuat Menu Tab View
  • Membuat Menu Vertikal
  • Cara Memasang Musik Pada Blog
  • Membuat Template Blog Hasil Buatan Sendiri
  • Buat Threaded Comment dgn Intense Debate
  • Membuat Menu DTree
  • Membuat Tab Menu Dengan Banyak Style
  • Menambah Toolbar Baru di Blogspot
  • Cara Membuat Tabel di Blog
  • Cara Membuat Tulisan Berjalan
  • Melakukan Backup Website atau Blog
  • Mendapatkan Free Hosting
  • Membuat Widget Status Twitter pada Blog
  • Manampilkan Profil Facebook di Website (blog)
  • Membuat Avatar Komentar Pada Blogger
  • Membuat Halaman Contact Me pada Blogspot
  • Cara Membuat Status Yahoo Messenger di Blog
  • Mendapatkan Layanan Google Friend Connect
  • Membuat Nomor Page Posting Di Blog
  • Tips dan Trik Menambah Kolom Di Blog
  • Mengatasi "Invalid Widget ID" pada Blogger
  • Membuat Slide Show Album Foto di Blog
  • Membuat Kotak Komentar dibawah Posting
  • Cara Membuat Kotak Link Exchange
  • Membuat Link Download
  • Cara Membuat Dropdown Menu
  • Cara Membuat Buku Tamu
  • Trik Memproteksi Blog
  • Cara Membuat Search Engine
  • Membuat Kategori / Label di Blogger
  • Menghilangkan Navbar (Navigation Bar)
  • Memasang Emoticon di Kotak Komentar
  • Menambah Emoticon di Shoutbox
  • Pasang Jam di Sidebar
  • Memasang Pelacak IP Address
  • Mengganti Tulisan "Older Post / Newer Post"
  • Memasang Alexa Traffic Rank
  • Memasang Tombol Google Buzz
  • Cara Membuat Cursor Animasi
  • Menyembuyikan Buku Tamu
  • 5 Cara Terbaik Mendapatkan Uang Dari Blog
  • Blogging Cepat Dengan BlogThis!
  • 21 Posts Separator Images
  • Mengganti Link Read More Dgn Gambar
  • Cara Menampilkan 10 Artikel Di Recent Posts
  • Offline Blogging Dgn Windows Live Writer
  • Cara Memasang Jadwal Sholat
  • Cara Membuat Daftar Isi Blog Otomatis
  • Membuat Daftar Isi Blog Manual
  • Iklan Google Adsense Di Tengah Artikel
  • Membuat Link Warna - Warni
  • Meletakkan Widget Di Bawah Header
  • Membuat Kotak Scrollbar
  • Memasang Video Di Artikel
  • Kode Warna HTML
  • Home » » Tradisi Keraton Surakarta

    Tradisi Keraton Surakarta


    Pendahuluan
    Kepercayan adalah keyakinan adanya sesuatu yang gaib yang dipercayai dapat mempengaruhi kehidupan manusia, melindungi / mencelakakan. Kebatinan adalah usaha untuk merealisasikan kekuatan batin manusia untuk berbagai macam tujuan.
    Aliran Kepercayaan itu dianut oleh sebagian besar bangsa Indonesia dari tingkat rakyat jelata (grass root) sampai tingkat presiden. Bersumber dari: 1. Warisan leluhur berkembang melewati penuturan generasi sebelumnya, 2. Pengalaman hidup, 3. Tradisi keraton, 4. Pujangga (ahli ilmu batin), 5. Primbon.
                Sebagaimana yang telah kita baca diatas, bahwa salah satu dari sumber aliran kepercayaan adalah tradisi keraton, maka dari itu, saya sebagai pemakalah akan mempresentasikan makalah saya yang berjudul: Tradisi Keraton Surakarta. Yangmana didalamnya akan membahas tentang: kebo bule simbol tradisi agraris Keraton Surakarta, gamelan sekaten dan grebeg sekaten, dan ritual jamasan meriam pusaka Nyai Setomi.
    Kebo Bule, Simbol Tradisi Agraris Keraton Surakarta        
    DI Keraton Kasunanan Surakarta, ada sekawanan kerbau (kebo) yang dipercaya keramat, yaitu  Kebo Bule Kyai Slamet. Bukan sembarang kerbau, karena hewan ini termasuk pusaka penting milik keraton. Dalam buku Babad Solo karya Raden Mas (RM) Said, leluhur kebo bule  adalah hewan klangenan atau kesayangan Paku Buwono II, sejak istananya masih di Kartasura, sekitar 10 kilometer arah barat keraton yang sekarang.
    Menurut seorang pujangga kenamaan Keraton Kasunanan Surakarta, Yosodipuro, leluhur kerbau dengan warna kulit yang khas, yaitu bule (putih agak kemerah-merahan) itu, merupakan hadiah dari Bupati Ponorogo kepada Paku Buwono II, yang diperuntukkan sebagai cucuk lampah (pengawal) dari sebuah pusaka keraton yang bernama Kyai Slamet. Sekadar catatan,  sampai sekarang pihak keraton tidak pernah bersedia menjelaskan apa bentuk pusaka Kyai Slamet ini.
    Karena bertugas menjaga dan mengawal pusaka Kyai Slamet, maka masyarakat menjadi salah kaprah menyebut kebo bule ini sebagai Kebo Kyai Slamet,
    Konon, saat Paku Buwono II mencari lokasi untuk keraton yang baru, tahun 1725, leluhur kebo-kebo bule  tersebut dilepas, dan perjalanannya diikuti para abdi dalem keraton, hingga akhirnya berhenti di tempat yang kini menjadi Keraton Kasunanan Surakarta –sekitar 500 meter arah selatan Kantor Balai Kota Solo.
    Bagi masyarakat Solo, dan kota-kota di sekitarnya, seperti Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Wonogiri, Kebo Bule Kyai Slamet bukan lagi sebagai hewan yang asing. Setiap malam 1 Sura menurut pengganggalan Jawa, atau malam tanggal 1 Muharam menurut kalender Islam (Hijriah), sekawanan kebo keramat ini selalu dikirab, menjadi cucuk lampah sejumlah pusaka keraton.
    Ritual kirab malam 1 Sura itu sendiri  sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Ribuan orang tumpah ruah di sekitar istana, juga di jalan-jalan yang akan dilalui kirab. Masyarakat meyakini akan mendapat berkah dari keraton jika  menyaksikan kirab.
    Kirab itu sendiri berlangsung tengah  malam, biasanya tepat tengah malam, tergantung “kemauan” dari kebo Kyai Slamet. Sebab, adakalanya kebo keramat baru keluar dari kandang selepas pukul 01.00. Kirab pusaka ini sepenuhnya memang sangat tergantung pada kebo keramat Kyai Slamet. Jika saatnya  tiba,  biasanya tanpa harus digiring kawanan kebo bule akan berjalan dari kandangnya menuju halaman keraton. Maka, kirab pun dimulai. Kawanan kerbau keramat akan berada di barisan terdepan, mengawal  pusaka keraton Kyai Slamet yang dibawa para abdi dalem keraton. Kerumunan orang pun menyemut dari keraton hingga di sepanjang perjalanan yang dilalui arak-arakan.
    Dan inilah yang menarik: orang-orang menyikapi kekeramatan kerbau Kyai Slamet sedemikian rupa, sehingga  cenderung tidak  masuk akal. Mereka berjalan mengikuti kirab, saling berebut berusaha menyentuh atau menjamah tubuh kebo bule. Tak cukup menyentuh tubuh kebo, orang-orang tersebut terus berjalan di belakang kerbau, menunggu sekawanan kebo bule buang kotoran. Begitu kotoran jatuh ke jalan, orang-orang pun saling berebut  mendapatkannya.  Tidak masuk akal memang. Tapi mereka meyakini bahwa kotoran sang kerbau akan memberikan berkah, keselamatan, dan  rejeki berlimpah. Mereka menyebut berebut kotoran tersebut sebagai sebagai tradisi ngalap berkah atau mencari berkah Kyai Slamet.
    Mengapa justru kawanan kebo bule tersebut  yang menjadi tokoh utama dalam tradisi ritual kirab malam 1 Sura?
    Menurut Kepala Sasono Pustoko Keraton Surakarta Gusti Pangeran Haryo (GPH) Puger, kirab pusaka dan kerbau sebenarnya berakar pada tradisi sebelum munculnya Kerajaan Mataram (Islam), pada prosesi ritual wilujengan nagari. Pusaka dan kerbau merupakan simbol keselamatan. Pada awal masa Kerajaan Mataram, pusaka dan kerbau yang sama-sama dinamai Kyai Slamet, hanya dikeluarkan dalam kondisi darurat, yakni saat pageblug (wabah penyakit) dan bencana alam.
    ”Pusaka dan kerbau ini diharapkan memberi kekuatan kepada masyarakat. Dengan ritual kirab, Tuhan akan memberi keselamatan dan kekuatan, seperti halnya Ia memberi kekuatan kepada pusaka yang dipercaya masyarakat Jawa memiliki kekuatan,” ungkapnya.
    Selain dekat dengan kehidupan petani, sosok kerbau memang banyak mewarnai sejarah kerajaan di Jawa. Semasa Kerajaan Demak, misalnya, seekor kerbau bernama Kebo Marcuet mengamuk dan tak ada satu prajurit pun yang bisa mengalahkannya. Karena meresahkan, kerajaan menggelar sayembara: barang siapa mampu mengalahkannya akan diangkat menjadi senopati.
    Secara mengejutkan, Jaka Tingkir atau Mas Karebet mampu mengalahkan Kebo Marcuet dengan tongkatnya. Mas Karebet kemudian  mempersunting putri Raja Demak Sultan Trenggono, dan akhirnya mengambil alih kekuasaan.
    Jaka Tingkir sebenarnya keturunan Kebo Kenongo, Raja Pengging Hindu yang dikalahkan Kerajaan Demak. Pemindahan kekuasaan dari Demak ke Pajang, yang dekat Pengging, adalah upaya Joko Tingkir mengembalikan pengaruh kekuasaan kerajaan ke pedalaman yang sarat tradisi agraris.
    Dari sejarah itu, kerbau selalu dijadikan alat melegitimasi kekuasaan kerajaan. ”Dalam budaya agraris, kerbau simbolisasi kekuatan petani. Sosok kerbau dihadirkan dalam kirab, yang diikuti abdi dalem dan rakyat, sebenarnya ingin menunjukkan legitimasi keraton atas rakyatnya yang sebagian besar petani.”
    Kemunculan kebo bule Kyai Slamet dalam kirab adalah perpaduan antara legenda dan sage (cerita rakyat yang mendewakan binatang). Dalam pendekatan periodisasi sejarah, sosok kebo bule ditengarai hadir semasa Paku Buwono (PB) VI pada abad XVII. PB VI merupakan raja yang dianggap memberontak kekuasaan penjajah Belanda dan sempat dibuang ke Ambon.
    Meski PB VI dibuang ke Ambon, namun semangat pemberontakan dan keberaniannya menghidupi rakyatnya. Dalam peringatan naik takhta, sekaligus pergantian tahun dalam penanggalan Jawa malam 1 Sura, muncul kreativitas menghadirkan sosok kebo bule yang dipercaya sebagai penjelmaan pusaka Kyai Slamet dalam kirab pusaka.
    Pada sisi lain Puger menuturkan, Keraton Surakarta tidak pernah menyatakan tlethong (kotoran) kerbau bisa mendatangkan berkah. ”Kalau tlethong dianggap menyuburkan sawah karena dapat dibuat pupuk, itu masih diterima akal. Namun kami memahami ini sebagai cara masyarakat menciptakan media untuk membuat permohonan. Mereka sekadar membutuhkan semangat  untuk bangkit.”
    Saat ini kebo bule keraton berjumlah 12 ekor. Namun kebo bule yang dipercaya sebagai keturunan asli Kyai Slamet sendiri hingga saat ini hanya tersisa enam ekor. Mereka adalah Kiai Bodong, Joko Semengit, Debleng Sepuh, Manis Sepuh, Manis Muda, dan Debleng Muda.
    “Yang menjadi pemimpin kirab biasanya adalah Kyai Bodong, karena dia sebagai jantan tertua keturunan murni Kyai Slamet. Disebut keturunan murni, karena mereka dan induk-induknya tidak pernah berhubungan dengan kerbau kampung.”
    Kyai Bodong sendiri memiliki adik laki-laki yang diberi nama Kyai  Bagong. Namun, kerbau tersebut sekarang ini berada di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, dan dengan alasan yang enggan disebutkan oleh salah satu abdi dalem keraton, kebo bule itu tidak bisa dibawa pulang ke Keraton Surakarta.
    Sejak dulu, sekawanan kebo keramat tersebut memang memiliki banyak keunikan. Kawanan kerbau ini, misalnya, sering berkelana ke tempat-tempat jauh untuk mencari makan, tanpa diikuti abdi dalem yang bertugas menggembalakannya. Mereka sering sampai ke Cilacap yang jaraknya lebih 100 km dari Solo, atau  Madiun di Jawa Timur. Namun anehnya, menjelang Tahun Baru Jawa, yakni 1 Sura atau 1 Hijriah, mereka akan kembali ke keraton karena akan mengikuti ritual kirab pusaka.
    Malam 1 Sura sangat berarti bagi orang Jawa, karena tidak saja memiliki dimensi fisik perubahan tahun, namun juga mempunyai dimensi spiritual. Sebagian masyarakat Jawa yakin, bahwa perubahan tahun Jawa menandakan babak baru dalam tata kehidupan kosmis Jawa, terutama kehidupan masyarakat agraris.
    Adapun peran kebo bule Kyai Slamet adalah sebagai simbol kekuatan yang secara praktis digunakan sebagai alat pengolah pertanian, sumber mata pencaharian hidup bagi orang-orang Jawa. Di luar itu, kerbau secara umum juga mempunyai nilai tinggi dalam sebuah ritual, tidak saja di keraton Surakarta, tetapi juga di Sulawesi, Kalimantan, sehingga secara material ia menjadi simbol kejayaan dan kesuburan. Sebuah cita-cita yang ingin diwujudkan oleh raja beserta rakyatnya.
    Kyai Slamet adalah sebuah visi Raja. Secara harfiah, visi Keraton Surakarta, yaitu ingin mewujudkan keselamatan, kemakmuran, dan rasa aman bagi masyarakatnya.
    Gamelan Sekaten
                Sekaten berasal dari bahasa Arab, yaitu syahadatain” yaitu kalimat syahadat yang merupakan suatu kalimat yang harus dibaca oleh seseorang untuk masuk Islam, yang mempunyai arti: Tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Sekaten selain berasal dari kata syahadatain juga berasal dari kata : (1) Sahutain : menghentikan atau menghindari perkara dua, yakni sifat lacur dan menyeleweng; (2) Sakhatain : menghilangkan perkara dua, yaitu watak hewan dan sifat setan, karena watak tersebut sumber kerusakan; (3) Sakhotain : menanamkan perkara dua, yaitu selalu memelihara budi suci atau budi luhur dan selalu menghambakan diri pada Tuhan; (4) Sekati : setimbang, orang hidup harus bisa menimbang atau menilai hal-hal yang baik dan buruk; (5) Sekat : batas, orang hidup harus membatasi diri untuk tidak berbuat jahat serta tahu batas-batas kebaikan dan kejahatan.
    Perayaan sekaten dimulai pada tanggal 5 Rabiul Awal dan berakhir dengan Garebeg Mulud tanggal 12 Rabiul Awal yang ditandai dengan keluarnya gunungan. Gunungan berasal dari kata gunung, terdiri dari berbagai jenis makanan dan sayuran yang diatur bersusun meninggi menyerupai gunung.
    Setelah perayaan sekaten berlangsung tujuh hari, maka tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal, yaitu hari lahir Nabi Muhammad SAW diadakan upacara Garebeg yaitu upacara selamatan dengan dikeluarkannya gunungan dari keraton. Gunungan dibuat beberapa hari sebelum perayaan Garebeg Mulud oleh abdi dalem khusus yang ditunjuk oleh sinuhun. Gunungan tersebut dikeluarkan dari keraton menuju Masjid Agung. Dari sinilah raja mengeluarkan sepasang gunungan pada waktu perayaan sekaten, yaitu gunungan kakung dan gunungan putri.
    1) Gunungan Kakung
    Gunungan kakung berbentuk kerucut dan bagian puncaknya disebut mustaka atau kepala yang ditancapkan kue yang terbuat dari tepung beras dan dipasang melingkar rapat satu rangkaian telur asin. Di seluruh tubuh dari gunungan kakung tersebut dipasang ratusan helai kacang panjang secara melingkar rapat yang pucuknya diberi kue-kue kecil, seperti cincin. Selain dipasangi ratusan helai kacang panjang di tubuh gunungan kakung itu juga diberi sejumlah besar rangkaian lombok abang atau cabe merah yang besar-besar. Pada tubuh gunungan kakung diikat melingkar menjadi beberapa bagian sehingga menjadi bertahap-tahap. Gunungan kakung tersebut diletakkan di atas kotak yang bernama jodhang beserta lauk pauknya dan diberi alas kain berwarna merah putih. Untuk gunungan kakung alas kain yang berwarna merah di atas dan putih di bawah.
    Bentuk gunungan kakung dihubungkan dengan lingga atau alat vital laki-laki yang mengacu pada nilai-nilai kehidupan yang menggambarkan adanya proses penciptaan manusia atau dihubungkan dengan asal-usul manusia. Di samping itu gunungan kakung juga menggambarkan tentang dunia dan isinya yang mencakup berbagai unsur di dalamnya seperti bumi, langit, tumbuh-tumbuhan, api, hewan, dan manusia itu sendiri dengan berbagai jenis dan sifat-sifatnya.
    2) Gunungan Putri
    Gunungan putri berbentuk mirip dengan payung terbuka yang bagian puncaknya (mustaka) dilapisi kue besar bertumpuk lempengan berwarna hitam dengan sekelilingnya ditancapi sejumlah kue berbentuk daun. Sedangkan di bagian batang tubuhnya ditutupi sejumlah kue ketan yang berbentuk bintang dan lingkaran yang dinamakan rengginan, di tengahnya diberi kue kecil-kecil serta di sekelilingnya diberi kue dan hiasan yang bermacam-macam bentuk. Sehingga gunungan putri nampak seperti “bunga raksasa”. Di samping berbagai bentuk kue tersebut, gunungan putri juga diberi kue yang berbentuk lingkaran-lingkaran besar terbuat dari ketan yang disebut wajik. Gunungan putri diletakkan di atas kotak atau jodang, dengan diberi kain yang berwarna putih di atas dan merah di bawah.
    Sekaten merupakan event yang selalu diadakan 1 tahun sekali. Sekaten biasanya diadakan di tanggal 5 sampai 12 Maulud menurut kalender Jawa Sultan Agungan. Di upacara tradisi sekaten yang khas adalah diusungnya “Kagungan Dalem Gangsa Kangjeng Kyai Sekati saka Kagungan Dalem Bangsal Ponconiti Kamandhungan Lor Keben Kraton dilenggahake wonten Kagungan Dalem Bangsal Pagongan Lor lan Pagongan Kidul ingkang wonten Pelataran Kagungan Dalem Mesjid Gedhe.
    Maksudnya, di upacara adat Sekaten diusunglah Gamelan milik Keraton Jogja atau Surakarta ke Pelataran Majid Besar yang ditempatkan di Pagongan Utara dan Pagongan Selatan, yang ditempatin di Selatan adalah Gamelan Kangjeng Kyai Gunturmadu dan yang ditempatin disebelah Utara adalah Kangjeng Kyai Nogowilogo.
    Sejarah Gamelan
    Gamelan sekaten yang pertama kali ditabuh berada di Demak yang dimiliki oleh Sunan Giri. Dan gamelan ini sekarang berada di Kasultanan Cirebon dan Kasultanan Banten. Dan gamelan yang berada di Keraton Jogja dan Keraton Solo sekarang itu peninggalan dari Sultan Agung Hanyakrakusumo.
    Gamelan sekaten ini digunakan buat sarananya nyebarin ajaran agama Islam yang dicampur dengan unsur budaya Jawa. Konon, ide ini dicetuskan oleh Sunan Kalijaga yang mempunyai keinginan menggunakan Gamelan untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
    Dimulainya gamelan sekaten ditabuh di Pelataran masjid Gedhe ini ketika Raden Patah bertahta di Keraton Demak yang juga terkenal dengan sebutan Sultan Bintara I. Ketika Sultan Trenggono, Ratu Demak Bintara akan menikahkan salah satu putrinya dengan Fatahillah atau Sunan Gunungjati lalu Sunan Gunungjati mendapatkan titah untuk menyiarkan agama Islam. Maka dengan itu gamelan sekaten dari Keraton Demak sekarang menjadi pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon.
    Ada yang mengatakan kalau Gamelan Sekaten yang berada di Keraton Jogja dan Keraton Solo bukan dari Demak tetapi peninggalan dari Sultan Agung Hanyakrakusumo. Kesimpang siuran ini karena, konon ceritanya kurang kumplit. Waktu itu yang menyampaikan cerita ini Sultan Hadiwijaya dari Keraton Pajang yang lagi bermusuhan dengan Arya Penangsang dari Jipang.
    Jadi tambah rumit waktu Keraton Mataram pindah ke solo. Ditambah lagi dengan adanya Perjanjian Gianti 1755 yang juga mengimbas di aturan-aturan gamelan di keraton-keraton. Jadi yang punya gamelan sekaten Kasultanan Cirebon, Kasultanan Banten, Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat dan Keraton Kasunanan Surakarta.
    Konon, gamelan yang ditinggalkan oleh Sultan Agung bernama Kangjeng Kyai Gunturmadu dan Kangjeng Kyai Guntursari. Setelah perjanjian Gianti tahun 1755, ada pembagian gamelan dimana Kangjeng Kyai Guntur Sari menjadi milik Kraton Kasunanan Surakarta dan Kangjeng Kyai Guntur Madu menjadi milik Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat.
    Jadi untuk melengkapai Gamelan yang terpisah, Pakubuwono IV membuat gamelan lagi istilahnya adalah mutrani gamelan Kangjeng Kyai Guntur Madu yang ada di Jogja. Sejak saat itu di Keraton Kasunanan Surakarta mempunyai gamelan sekaten Kangjeng Kyai Guntur Sari (sing sepuh) dan Kangjeng Kyai Guntur Madu (mutrani).
    Sementara di Kraton Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, Sultan Hamengkubuono I juga membuat pasangan dengan mutrani Kangjeng Kyai Guntur Sari yang ada di Solo dan diberi nama Kangjeng Kyai Nagawilogo. Nagawilaga sendiri mempunyai arti, Naga berarti ular yang sangat besar dan menurut kepercayaan jawa, Ular yang bisa menyangga Bumi, Wi berarti menang dan Laga berarti perang. Jadi nama Kangjeng Kyai Nagawilaga berarti perjuangan Pangeran Mangkubumi untuk memenangkan peperangan dan mempertahankan Keraton Mataram dari serangan Bangsa Belanda dan peperangan tersebut dibantu oleh rakyat. Sejak itu Gamelan Sekaten di Keraton Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi lengkap dengan Kangjeng Kyai Guntur Madu (sing sepuh) dan Kangjeng Kyai Nagawilaga (mutrani).
    Gamelan yang sudah lengkap ini setiap tahun dikeluarkan dari Keraton Jogja dan Surakarta untuk ditabuh. Konon, katanya yang mendengarkan tabuhan gamelan ini bisa awet muda.
    Kedua gamelan itu tidak akan dibunyikan secara bersamaan. Ada tanda lampu merah dan hijau di depan pagongan selatan maupun utara. Yang lampunya hijau berarti yang ditabuh. Masing-masing gamelan akan ditabuh ½ jam berganti-gantian selama Upacara tradisional sekaten diadakan.Adapun kalau hari jumat, gamelannya ditabuh setelah sholat jum’at.
    Ritual Jamasan Meriam Pusaka Nyai Setomi
    Ritual yang digelar untuk menyambut Maulud Nabi Muhammad SAW yang puncak perayannya akan ditandai dengan prosesi grebeg maulud di halaman Masjid Agung   Solo,    Jawa    Tengah.          
                Seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi jamasan meriam peninggalan masa Kerajaan Mataram itu berlangsung sederhana. Hanya dipimpin oleh Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger selaku Pengageng Sana Pustaka Keraton, sejumlah ulama keraton,  dan puluhan        abdidalem.      
     Kendati sederhana, prosesi yang dipusatkan di Sitihinggil itu tetap mampu menarik perhatian para wisatawan. Tidak hanya lokal, tetapi juga wisatawan asing.
                Ritual menjamas (membersihkan) Nyai Setomi berlangsung cukup singkat. Diawali penghaturan sesaji berupa nasi tumpeng, jajanan pasar, hasil bumi, bekakak, air kelapa, dan pisang. Dilanjutkan pembacaan doa bersama memohon keselamatan dipimpin oleh   ulama     keraton.
                Usai berdoa, dua abdi dalem pilihan membuka pintu ruang penyimpanan Nyai Setomi. Walau berdinding kaca, namun tidak semua orang bisa menyaksikan wujud meriam pusaka tersebut. Karena keberadaannya terlindung kelambu putih.
                Prosesi jamasan pun tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Hanya KGPH Puger dan ulama keraton saja yang boleh masuk ke kelambu dan menjamasnya. Sehingga, walau sudah berkali-kali mengikuti prosesi jamasan, tidak semua  abdidalem       mengetahui     wujud     asli       Nyai    Setomi.
                Tetapi, tampaknya itu tidak terlalu penting. Terlebih bagi masyarakat yang memercayai keampuhan senjata yang pernah digunakan untuk menyerang Belanda itu. Mereka tetap saja datang berduyun-duyun untuk mengambil air sisa jamasan. Karena       dipercaya mengandung  berkah.
    Menurut KGPH Puger, inti dari ritual jamasan Nyai Setomi ini sebetulnya merupakan prosesi membersihkan lingkungan keraton. Karena itu biasa digelar menjelang momentum peringatan hari-hari besar Islam. Seperti Idul Adha, puasa, dan maulud    Nabi         Muhammad   SAW.
     Soal masyarakat yang memanfaatkan air sisa jamasan, itu lebih merupakan simbolisasi keinginan masyarakat untuk dekat dengan rajanya. Sehingga kemudian apa-apa yang dekat dengan raja dinilai memiliki aura raja atau mengandung berkah. Itu saja, tidak ada yang lain-lain.
    Penutup
      Begitu banyaknya tradisi keraton yang telah merasuk kedalam kepercayaan masyarakat Kota Solo khususnya, akan tetapi, bagi masyarakat Kota Solo  kepercayaan kepada tradisi keraton  khususnya kepada pusaka-pusaka milik keraton, dll merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada raja, dikarenakan raja mempunyai aura raja atau mengandung berkah sehingga dapat lebih mendekatan diri kepada Sang Kuasa.      
    Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

    0 komentar:

    Poskan Komentar

     
    Support : Creating Website | Tutorq Template | Template
    Copyright © 2011. FAROUQ'S - All Rights Reserved
    Template Modify by Creating Website
    Proudly powered by Blogger