TUTORIAL KOMPUTER
  • 10 Virus Komputer Paling Mematikan Di Dunia
  • Kunci Mempercepat Acces Komputer
  • MENGENAL SISTEM KOMPUTER
  • Sejarah Perkembangan Komputer
  • Informasi computer terkini
  • Mengenal System Software
  • Mengupas Masalah Motherboard
  • Mengupas Detail Tentang CPU
  • Kode Mempercepat Editing Paragraf
  • Memproteksi Folder Dengan Password
  • Macam-Macam Perintah Pada Run Commands
  • Mempercepat Waktu Shutdown
  • Ubah Tampilan Windows
  • Kode Akses Siemens
  • Kode Akses Samsung
  • Kode Akses Sony Ericsson
  • Kode Akses Nokia
  • Seni Photoshop ( Angan Merokok )
  • Menyembunyikan Menu Help Pada Start Menu
  • Menyembunyikan Menu Document Pada Start Menu
  • Menyembunyikan menu Find pada Start Menu
  • Mengembalikan Folder Documents Yang Hilang
  • Memproteksi File
  • Mengganti Icon Drive
  • Mengganti Alignment Pada Drop Down Menu
  • Disable Klik Kanan Pada Taskbar
  • Disable Klik Kanan Pada Dekstop & Explorer
  • Menyembunyikan Menu Start Menu
  • Persentasi Antara Flash Dan Power Point
  • Mengganti Screen Saver Lewat Registry
  • Menghilangkan Username Pada Start Menu
  • Menampilkan Administrator Di Welcome Screen
  • Menyembunyikan My Recent Documents
  • TUTORIAL HACKER
  • Bad Unicode
  • Cara Skip Win Registrasi XP
  • Craking Dengan F.A.R.A.B.I
  • DoS, Serangan yang Belum Tertangkal
  • Hack Dan Prinsip Dasar Psikologis Hack
  • Hacking NT Server Melalui Remote Data Service
  • 95% Web Server Di Dunia has been dead
  • Hacking Web Site with cart32.exe installed
  • Konsep Lain Menjebol Server Webfroot Shutbox
  • Istilah Teknologi Informasi Bahasa Indonesia
  • Mendapatkan account ISP gratis!
  • Mendapatkan Serial Number WinZip 8.1
  • Menghilangkan Password Bios
  • Mengintip Password Linux
  • Menjebol Apache Web Server Melalui Test-Cgi
  • Menjebol Server Melalui Service FTP
  • Pembobolan 1000 Kredit Card di Step-up
  • Penjebolan Server Melalui FTP
  • Hati-hati DLM Mengetikkan Klikbca.Com
  • VIRUS M HEART
  • Bongkar Password Microsoft Acces
  • BUG TELKOMSEL & (FREE Phone ke-CYPRUS
  • Cara Efisien Mendapatkan Puluhan Ribu Email
  • Cara Sederhana membuat virus PHP
  • Cara Singkat Menginfeksi Openssh-3.4p1 Z
  • Cracking GateKeeperm
  • HACKING FOR BEGINNER
  • Hack Windows NT2000XP Admin Password
  • Melewati pembatasan hak akses warnet
  • Melindungi Data dari SQL Injection
  • memainkan fungsi tombol HP
  • Membedah Teknik SQL Injection
  • Bongkar key Windows Dengan @ stake LC4
  • Meminimalkan Biaya Saat menelpon Di Wartel
  • Menangani Virus Lohan
  • MENGACAK-ACAK REGISTRY WARNET
  • Mengelabui Pengejar Hacker
  • Meng-Hack Pesawat Telepon Yang Terkunci
  • Meng-hack PHP-BUg's
  • Kelemahan pasword & login yahoo pd Cgi
  • Trik Penjebolan Sites
  • Ragam Hacking Menggunakan Google
  • Rahasia Teknik Serangan SQL Injenction
  • Teknik Pembuatan Virus Makro Pd XP
  • Seni Internet, Googlingg
  • Situs Hacker Yang Ikut Bermasalah
  • Teknik Hacking Situs KPU Dr segla arah
  • Teknik Menyusup Ke TNP Center KPU
  • Tip N Trik Telephon Gratis Musso
  • Trik Mereset Password Windows 9x
  • TUTORIAL BLOG
  • Menuliskan Script di Blog
  • Membuat Artikel Terkait/Berhubungan
  • Membuat Feed di Blog Dengan Javascript
  • Membuat Navigasi Breadcrumb di Blog
  • Membuat Meta Deskripsi di Halaman Blog
  • Membuat Readmore Versi 1
  • Membuat Read More Otomatis di Blog
  • Membuat Read More Versi 2
  • Membuat Tabs Menu Horizontal
  • Membuat Menu Tab View
  • Membuat Menu Vertikal
  • Cara Memasang Musik Pada Blog
  • Membuat Template Blog Hasil Buatan Sendiri
  • Buat Threaded Comment dgn Intense Debate
  • Membuat Menu DTree
  • Membuat Tab Menu Dengan Banyak Style
  • Menambah Toolbar Baru di Blogspot
  • Cara Membuat Tabel di Blog
  • Cara Membuat Tulisan Berjalan
  • Melakukan Backup Website atau Blog
  • Mendapatkan Free Hosting
  • Membuat Widget Status Twitter pada Blog
  • Manampilkan Profil Facebook di Website (blog)
  • Membuat Avatar Komentar Pada Blogger
  • Membuat Halaman Contact Me pada Blogspot
  • Cara Membuat Status Yahoo Messenger di Blog
  • Mendapatkan Layanan Google Friend Connect
  • Membuat Nomor Page Posting Di Blog
  • Tips dan Trik Menambah Kolom Di Blog
  • Mengatasi "Invalid Widget ID" pada Blogger
  • Membuat Slide Show Album Foto di Blog
  • Membuat Kotak Komentar dibawah Posting
  • Cara Membuat Kotak Link Exchange
  • Membuat Link Download
  • Cara Membuat Dropdown Menu
  • Cara Membuat Buku Tamu
  • Trik Memproteksi Blog
  • Cara Membuat Search Engine
  • Membuat Kategori / Label di Blogger
  • Menghilangkan Navbar (Navigation Bar)
  • Memasang Emoticon di Kotak Komentar
  • Menambah Emoticon di Shoutbox
  • Pasang Jam di Sidebar
  • Memasang Pelacak IP Address
  • Mengganti Tulisan "Older Post / Newer Post"
  • Memasang Alexa Traffic Rank
  • Memasang Tombol Google Buzz
  • Cara Membuat Cursor Animasi
  • Menyembuyikan Buku Tamu
  • 5 Cara Terbaik Mendapatkan Uang Dari Blog
  • Blogging Cepat Dengan BlogThis!
  • 21 Posts Separator Images
  • Mengganti Link Read More Dgn Gambar
  • Cara Menampilkan 10 Artikel Di Recent Posts
  • Offline Blogging Dgn Windows Live Writer
  • Cara Memasang Jadwal Sholat
  • Cara Membuat Daftar Isi Blog Otomatis
  • Membuat Daftar Isi Blog Manual
  • Iklan Google Adsense Di Tengah Artikel
  • Membuat Link Warna - Warni
  • Meletakkan Widget Di Bawah Header
  • Membuat Kotak Scrollbar
  • Memasang Video Di Artikel
  • Kode Warna HTML
  • Home » » Ilmu - Ilmu Sosial : Membuka Jalur Metodologi Baru

    Ilmu - Ilmu Sosial : Membuka Jalur Metodologi Baru

    Isu utama yang dibawa positivisme adalah problem metodologi, yang memang dapat dikatakan bahwa refleksi filsafatnya sangat menitik beratkan pada aspek metodologi. Dan disini Auguste comte, perintis positivisme, menjelaskan istilah positif itu dengan membuat beberapa destingsi, yaitu: antara yang nyata dan  yang khayal, yang pasti dan yang meragukan, yang  tepat dan yang kabur, serta yang berguna dan yang sia-sia.[1] Comte memang telah merintis penerapan metode ilmiah ilmu-ilmu alam pada ilmu-ilmu sosial, yang mengantarkan pada bapak pendiri sosiologi modern. Tujuannya praktis yaitu atas dasar pengetahuan tentang hukum-hukum yang mengatur masyarakat, dapat mengadakan susunan masyrakat yang lebih sempurna. Dan ini adalah salah satu semboyan positifisme "savoir pour prevoir"( mengetahui untuk meramalkan)
                Gagasan Comte tentang ilmu-ilmu positif, sudah mencapai puncak yang dimotori dengan kelompok lingkaran Wina (Vienna Circle) pandangan mereka dapat disederhanakan sebagai berikut:

    a)      Mereka menolak perbedaan ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu social.
    b)      Menganggap pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat diverifikasi secara empiris.
    c)      Berusaha menyatukan semua ilmu pengetahuan didalam satu bahasa ilmiah yang universal (unified science)
    d)     Memandang tugas filsafat sebagai analisis atas kata-kata atau pertanyaan-pertanyaan.[2]

    Kalau positifisme menerapkan metodologi ilmu-ilmu social, pandangan ini beranggapan bahwa ilmu-ilmu social modern menganut tiga prinsip: bersifat empiris-objektif, deduktif-nomologis,[3] instrumental-bebas nilai. Menurut Anthony Giddens, ketiga asumsi positivistis dalam ilmu sosial ini membawa implikasi sebagai berikut:

    1.      Prosedur-prosedur metodologis ilmu-ilmu alam dapat langsung diterapkan pada ilmu-ilmu sosial.
    2.      Hasil-hasil riset dapat dirumuskan dalam bentuk hukum-hukum seperti dalam ilmu alam.
    3.      Ilmu-ilmu sosial itu harus bersifat teknis, yaitu menyediakan pengetahuan yang bersifat instrumental murni.

    Setidaknya ada tiga pendekatan yang sama-sama mengatasi positifisme dalam ilmu-ilmu sosial dengan menawarkan metodologi baru yang lebih memposisikan subjek yang menafsirkan objeknya sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam proses keilmuan, yaitu fenomenologi, hermeneutika, dan teori kritis.

    A.    Fenomenologi [4]
    Istilah fenomenologi berasal dari kata yunani: phainestai yang berarti ''menunjukan'' dan ''menampakkan dari sendiri''. Sebagai aliran epistimologi, fenomenologi dikenalkan oleh Edmund Husserl (1859-1938) secara umum pandangan fenomenologi ini bisa dilihat pada dua posisi, yang pertama, ia merupakan reaksi terhadap dominasi positifisme sebagaimana digambarkan diatas. Dan yang kedua, ia sebenarnya sebagai kritik terhadap pemikiran kritisisme Imanuel kant, terutama konsepnya tentang fenomenon-nomenon.
    Menurut Kant, manusia hanya dapat mengenal fenomena-fenomena yang  nampak dalam kesadaran, bukan noumena yaitu realitas diluar (berupa benda-benda atau nampak tetap menjadi objek kesadaran kita) yang kita kenal.[5] Kant sebenarnya mengakui adanya realitas eksternal yang berada diluar diri manusia, yaitu sebuah realitas itu yang ia sebut das ding an sich (objek pada dirinya sendiri) atau noumena.
    Sebagai reaksi terhadap pemikiran sebelumnya, berikut ini akan dibahas dua pandangan fenomenologi yang cukup penting, yaitu prinsip epoche dan eidetic vision dan konsep dunia-kehidupan (lebenswelt).

          Prinsip Epoche dan Eidetic Vision.
    Tugas fenomenologi menurut husserl adalah menjalin keterkaitan manusia dengan realitas. Berbada dengan kant, Husserl menyatakan, apa yang disebut fenomena adalah realitas itu sendiri yang nampak setelah kesadaran kita cair dengan realitas. Fenomenologi husserl justru bertujuan mencari yang essensial atau edios (esensi) dari apa yang disebut dengan fenomena.
    Kata epoche berasal dari bahasa yunani, yang berarti: ''menunda putusan'' atau ''mengosongkan diri dari keyakinan tertentu''. Epoche juga bisa berarti tanda kurung (breaketing) terhadap setiap keterangan yang diperoleh dari suatu fenomena yang tampil,[6] tanpa memberikan putusan yang benar salahnya terlebih dahulu.
    Metode epoche merupakan langkah pertama untuk mencapai esensi fenomena dengan menunda putusan lebih dahulu. Langkah kedua, Husserl menyebutnya dengan eidetic vision atau membuat ide (ideation) Eidetic vision ini juga disebut ''reduksi'', yakni menyaring fenomena untuk sampai ke iediosnya, sampai ke intisarinya atau yang sejatinya (wesen) Hasil dari proses reduksi ini disebut wesenschau, artinya sampai pada hakikatnya.[7]
    Menurut G. van der Leeuw, fenomenologi mencari atau mengamati fenomena sebagaimana yang tampak. Dalam hal ini ada tiga prinsip yang tercakup didalamnya :

    1)       Suatu itu berwujud.
    2)        Sesuatu itu tampak.
    3)        Karena suatu itu tampak dengan tepat maka ia merupakan fenomena.


    2.      konsep''dunia-kehidupan'' (lebenswelt)
    konsep ini penting artinya, sebagai usaha memperluas konteks ilmu pengetahuan atau membuka jalur metodologi baru bagi ilmu-ilmu social serta untuk menyelamatkan subjek pengetahuan. Dunia-kehidupan menurut Husserl bisa dipahami kurang lebih, dunia sebagaimana manusia menghayati dalam spontanitasnya, sebagai basis tindakan komunikasi antar subjek. Dan disini semboyan husserl Zuruck zu de Sachen selbt dimaksudkan sebagai usaha fenomenologis untuk menemukan kembali dunia-kehidupan itu.
    Konsep dunia-kehidupan ini dapat memberikan inspirasi yang sangat kaya kepada ilmu-ilmu sosial, karena ilmu-ilmu ini menafsirkan suatu dunia, yaitu dunia social. Itulah yang dilakukan Alferd Schutz, sebagai suatu sosiologi  ''interpretative'' dengan pendekatan fenomenologi. Distingsi[8] yang dibuat oleh pemikir neo-Kantianisme, misalnya Windelband yang membedakan ilmu-ilmu alam sebagai ilmu-ilmu nomotetis (menghasilkan hukum-hukum) dan ilmu-ilmu social sebagai ilmu-ilmu idiografis (melukiskan keunikan), dan distingsi serupa diperdalam oleh Dilthey yang membedakan metode-metode Verstehen (memahami) dari ilmu-ilmu budaya (Geistes-wissenschaften) dan Eklaren (menjelaskan) dari ilmu-ilmu alam (Naturwissenchaten).
    Bidang-bidang dunia-kehidupan social yang sekarang mendapat status ilmunya antara lain sejarah, ekonomi, hukum, politik, studi agama, kesustraan, kesenian , puisi, musikologi, filsafat, dan psikologi.

    B.     Hermeneutika
    Hermeneutika merupakan salah satu diantara beberapa teori yang menawarkan pendekatan baru dalam ilmu-ilmu sosial, pemikiran hermeneutika sosial ini dikembangkan oleh Friederich Schleier-macher (1768-1834), Wilhelm Dilthey (1833-1911), dan Gadamer (1900-), dan lain-lain. Istilah hermeneutika berasal dari kata yunani: hermeneuein, diterjemahkan ''menafsirkan'', kata bendanya: hermeneuein dipakai dalam tiga makna yaitu mengatakan (to say), menjelaskan (to explain), dan menerjemahkan (to translate). Dari tiga makna ini, kemudian dalam kata inggris diekspresikan dengan kata: to interpret. Dengan demikian perbuatan interprestasi menunjukan tiga hal pokok:

    o Pengucapan lisan (an oral recitation)
    o   Penjelasan yang masuk akal (a reasonable explanation).
    o   Dan terjemahan dari bahasa latin ( a translation from another language) atau mengespresikan 

    Menurut istilah, hermeneutika bisa dipahami sebagai: ''the art and science of interpreting especially authoritative writing; mainly in application tosacred, and equivalent to exegesis[9] (seni dan ilmu menafsirkan khususnya tulisan-tulisan berkewenangan, terutama berkenaan dengan kitab suci dan sama sebanding dengan tafsir).
    Istilah hermeneutika sering berhubungan dengan nama Hermes, tokoh dalam mitos yunani yang bertugas menjadi perantara antara dewa Zeus dan manusia.[10] Dikisahkan, Pada suatu satu hermes harus menyampaikan pesan dari Zeus kepada manusia, tetapi hermes dilibatkan dengan persoalan, yaitu : bagaimana bahasa Zeus yang menggunakan bahasa langit bisa dipahami manusia yang menggunakan bahasa bumi. Akhirnya dengan kepintaranya dia bisa menerjemahkan bahasa Zeus kedalam bahasa manusia sehingga menjelma menjadi sebuah teks suci.
    Tugas Hermes adalah mengungkap makna tersembunyi dari dewa-dewa ke manusia-manusia, filsafat hermeunetik pun berusaha memahami persoalan paling dasar dalam kajian umum tentang logika atau filsafat bahasa: bagaiman pemahaman itu sendiri mengambil tempat bilamana kita menafsirkan pesan-pesan ucapan atau tulisan.[11]
    Dalam perkembanganya, Hermeneutika terdapat beberapa pembahasan. Josep Bleicher membagi pembahasan Hermeneutika menjadi tiga, yaitu :

    o   Hermeneutika sebagai sebuah metedeologi.
    o   Hermeneutika sebagai filsafat.
    o   Hermeneutika sebagai kritik.[12]

    Sementara Richard E. palmer menggambarkan perkembangan pemikiran hermeneutika menjadi enam pembahasan, yaitu:

    o   Hermeneutika sebagai teori penafsiran kitab suci.
    o   Hermeneutika sebagai metode filologi[13].
    o   Hermeneutika sebagai pemahaman linguistik.
    o   Hermeneutika sebagai fondasi dari ilmu-ilmu sosial-budaya (geisteswissenschaft).
    o   Hermeneutika sebagai fenomenologi desain.
    o   Hermeneutika sebagai system interprestasi.[14]

    Sebagai pendekatan dalam ilmu-ilmu social.
                Fokus utama problem hermeneutika sosial terurama adalah untuk menerobos otoritas paradigma positifisme dalam ilmu-ilmu sosial  dan humanities. Adalah Wilhelm Dilthey yang mengajukan sebuah dikotomi antara metode erklaren untuk ilmu-ilmu alam (naturwissenchften) dan metode fersthen untuk ilmu-ilmu sosial (geisteswissenenchften). Metode ekralen (menjelaskan) adalah metode khas positivistik yang dituntut menjelaskan objeknya yang berupa ‘prilaku alam menurut hukum sebab-akibat, sedang metode vers-tehen (memahami), yaitu pemahaman subjektif atas makna tindakan-tindakan sosial, dengan cara menafsirkan objeknya yang berupa dunia-kehidupan sosial.
                Untuk melihat peranan subjek (subjektifitas) dalam pross penafsiran, dibawah ini akan dijelaskan secar singkat pemikiran Hermeneutika yang ditawarkan beberapa filsuf, yaitu schleier-macher, dan Dilthey ( sebagai wakil dari filsuf hermeneutika romantik) dan Gadamer.

    1.      FDE schleiermacher dan Willhem Dilthey.
    Dalam sejarah hermeneutika, dua filsuf ini biasanya dikenal dengan filsuf romantik atau hermeneutika romantik, karena kecenderungan pemikirannya yang selalu melihat kemasa lampau. Agar bisa mengerti suatu teks dari masa lampau, teks sejarah misalnya, orang harus keluar dari zamannya dan bangun kembali masa lampau ketika pengarang teks itu hidup sehingga dapat dikenali dengan baik suasana penulisnya.
    Menurut schleiermacher, ada dua tugas dari Hermeneutika, yaitu interprestasi gramatikal dan interprestasi psikologis. Aspek gramatikal[15] merupakan syarat berfikir setiap orang, sedang aspek psikologis memungkinkan seseorang menangkap cahaya pribadi penulisan[16]
    Berbeda dengan schleiermacher, wilhelm Dilthey (1833-1911) mengatakan bahwa meskipun orang tidak dapat mengalami secara langsung (erleben) peristiwa-peristiwa dimasa lampau, tetapi ia dapat membayangkan bagaimana orang-orang dulu mengalaminya (nacherleben)[17] 
    Meski ada perbedaan pandangan, namun baik Dilthey maupun schleiermacher sama-sama mempertahankan pendapat bahwa Hermeneutik berarti menafsirkan secara produktif;
    Dilthey melihat bahwa sistem-sistem kemasyarakatan sifatnya adalah eksternal, karena ditentukan oleh ruang dan waktu, seperti organisasi, sosial politik, ekonomi, militer, bahkan organisasi ke-agamaan. Semua organisasi tersebut mengandung nilai yang didasarkan atas kebudayaan, misalnya bahasa, filsafat dan seni. Sementara sistem individual pada dasarnya merupakan produk sistem yang telah diresapi oleh manusia. Dengan demikian , hanya pengetahuan tentang sistem eksternal sajalah yang mampu meraih interprestasi tentang situasi historis setiap individu.[18]
    Begitulah bila kita ingin memahami sebuah segmen dunia-sosial, misalnya penghayatan agama dikalangan kelas bawah, kita harus memahami dahulu berbagai kompleksitas di sekitar penghayatan agama itu, misalnya kehidupan budaya, ekonomi sosial dan juga hubungannya dengan kelas-kelas sosial lain.

    2.      Hans-george gadamer.
    Pemikiran hermeneutika gadamer tidak bisa dilepaskan dari pemikiran Heidegger , senior dan gurunya, yang pemikirannya dikenal dengan sebutan fenomenologi dasein. Menurut Heiger , hermeneutika bukan sekedar metode filologi atau geisteswissenschfaft, akan tetapi merupakan ciri hakiki manusia. Bahasa bagi gadamer adalah endapan tradisi sekaligus media untuk memahami suatu esensi.
    Proses hermeneuitis untuk memahami tradisi melalui bahasa lebih dari sebuah metode.pemhaman bukanlah produk metode, metode tidaklah merupakan wahana pemahaman yang menghasilkan kebenaran. Kebenaran justru akan dicapai jika batas-batas metodologis dilampaui.[19]
    Dalam pandangan gadamer, ada empat faktor yang selalu terlibat dalam suatu proses interprestasi, yaitu:
    o Bildung, yakni pembentukan jalan pikiran.
                               Maksudnya adalah bentuk atau jalan pikiran yang mengalir secara harmonis
    o Sensus komunis.
                Maksudnya adalah untuk mendasari arus yang mendasari pola pikir manusia
    o Pertimbangan
    Menggolongkan hal-hal yang khusus atas dasar pandangan tentang univirsal.
    o Taste atau selera.
    Sikap subjektif yang berhubungan dengan macam-macam rasa.
          Keempat hal tersebut merupakan unsur yang selalu ada dalam setiap proses interprestasi. Karenanya gadamer melihat hermeneutika bukan metode yang menekankan proses mekanis, tetapi lebih sebagai seni.
          Berdasarkan  pandangannya itu, gadamer melihat sutu proses hermeneutis, terutama terhadap teks-teks historis, berlaku apa yang ia sebut dengan:  effective history;. Konsep ini dimaksudkan untuk melihat tiga kerangka waktu yang mengitari wilayah teks-teks historis.yaitu:

    o   Masa lampau.
                  Diman teks itu dilahirkan atau dipublikasikan.
    o   Masa kini
                  Dimana penafsir datang dengan predujice-nya.
    o   Masa depan
                  Dimana didalamnya terdapat nuansa baru yang produktif.

    Pemahaman masa lampau pada dasarnya adalah suatu interprestasi baru, dengan menyingkirkan prasangka-prasangka kurang baik dari masa lampau dan menerima begitu saja prasangka-prasangka yang baik dan wajar.[20]
    Bagi gadamer, pemahaman selalu bererti penafsiran, dan penafsiran itu sendiri berarti penggunaan prasangka-prasangka dari diri sendiri,sehingga makna dari objek benar-benar dibuat bicara, dan sebenarnya seni pemahaman yang dibangun gadamer merupakan kesadaran dialogis dan dialektis antar berbagai cakrawala tradisi ( masa lampau, masa kini, masa depan), sehingga kesemuanya benar-benar lembur dan kemudian melahirkan produktifitas makna teks.


    C. Teori kritis (critical theory)
                Teori kritis merupakan teori ketiga setelah fenomenologi dan hermeneutika yang berusaha mengatasi positifisme dalam ilmu-ilmu social yang berbeda dengan ilmu-ilmu alam.
                Teori kritis merupakan ''paradigma'' keilmuan yang dilahirkan olaeh para filsuf yang tergabung dalam mazhab frankfrut di jerman. Beberapa tokohnya antara lain Horkheimer, Adorno, Marcuse, dan lain-lain.
                Sebagai pembaharu teori kritis, Habermas berusaha menekankan peranan kesadaran (subjek) dalam merubah struktur-sruktur objektif, maka analisisnya dipusatkan pada fenomena super-struktur (kebudayaan, ekonomi, budaya, agama, politik, dan seterusnya), khususnya rasionalitas atau ideologi yang menggerakannya.
                Ide sosialisme marxisme dibangun berdasarkan apa yang disebut dengan maxialisme Dialetis dan materilisme Historis. Materialisme diakletis adalah teori sosialisme, termasuk komunisme, secara umum. Disebut diagletis karena caranya memandang peristiwa alam adlah dengan dialuge, yaitu metode pembahasan dan penelitian yang membongkar kontradiksi pemikiran dan benturan antara berbagai peristiwa alam ini bersifat materi. 
                Sementara materialisme historis adalah pengembangan point pemikiran Materialisme Diagletis hingga meliputi kajian tentang kehidupan dalam masyarakat, serta implementasi pemikiran-pemikiran ini terhadap berbagai kasus dalam kehidupan masyarakat. 

    Teori kritis mazhab frankfrut dan posisi habermas.
                   Bagi habermas, suatu pola pikir keilmuan tidak hanya sebagai kerangka dalam membangun ilmu, tetapi lebih jauh dari itu. Pola liberalisme-kapitalis masyarakat modern ini jelas sebagai akibat langsung dari rasionalisme pencerahan, yang mencapai puncaknya pada pola pikir positifisme di bidang ilmu dan teknologi.
                   Begitulah ilmu dan teknologi merupakan kata kunci untuk memahami masyarakat barat modern, yang pada gilirannya ditempatkan sebagai fungsi ideologis,[21] yaitu sebagai standar dalam melihat masyarakat lainnya.
                   Karl Marx, pendahulu Habermas adalah filsuf yang secara radikal mengeritik pola dan praktek liberalisme-kapitalisme, yang memang bertentang dengan prinsip pencerahan dan emansipasi sebaaiman dimaksud dalam humanisme-antroposentris. Sama dengan positifisme, Marxisme menilai masyarakat hanya sampai materialnya. Determanisme ekonomi makxisme juga didasarkan atas pemahaman positifitis tentang pross-proses sejarah masyarakat, yaitu bahwa sejarah masyarakat berlangsung menurut keniscayaan hukum-hukum alam.
                   Marxisme dibangun berdsarkan pandangan yang menyeluruh tentang alam, manusia dan kehidupan. Ia dibangun berdasarkan akidah yang mungkin untuk di yakini, karena ia merupakan ide yang mendasar, juga mungkin untuk diaplikasikan, karena mampu menghasilkan hukum-hukum mengenai berbagai penyelesian masalah kehidupan, serta mungkin menghasilkan berbagai macam pemikiran mengenai kehidupan. [22]

    Kebutuhan menurut Habermas disebabkan:

    o   Terjebak oleh daya integrative system masyarakat kapitalis lanjut (the old capitalism)
    o   Teori kritis bertolak pada pandangan Marx yang selalu pesimis terhadap manusia yang memandang manusi sebagai makhluk ekonomi dengan dialegtika materialnya.
    o   Teori kritis menerima sepenuhnya pemikiran Marx, bahwa manusia adalah makhluk yang bekerja, yang berarti juga menguasai.[23]  .


    Konstruksi teori kritik habermas
    Namun secara khusus Habermas juga menggunakan sumber lain sebagai kerangka dasar atas teori yang ditawarkannya, mulai dari tradisi Anglo-Amerika, psikoanslisis freud, yaitu analisis linguistik dari Wittgenstein, John Searle dan J.L Austin, sehingga Teori kritis Hebermas benar-benar lain dari pendahulunya. Teori kritis Hebermas dibangun atas dasar keprihatinannya, terutama dalam problem ilmu-ilmu sosial dan keterlibatannya dalam teori kritis mazhab Frankfurt. Keprihatinannya mengerut dalam dua persoalan: a) Problem ilmu pengetahuan positivistic. b) Menyangkut keterlibatan ilmuwan dalam praktek sosial masyarakat

    Konstruksi teorinya berasumsi bahwa antara teori dan praktek memiliki hubungan yang sangat dekat, bahkan dengan ideologi dan kepentingan manusiawi. Oleh sebab itu ilmu pengetahuan tidak dapat dikelompokkan begitu saja didalam ilmu-ilmu teoritis dan ilmu-ilmu praktis. Tugas ilmu-ilmu teoritis adalah memberikan penjelasan tentang suatu realitas sosial tanpa berpihak dan tanpa dipengaruhi oleh hasrat dan kepentingan tertentu. Namun menurut Kant realitas itu selalu memiliki hal yang empiris dan hal yang transcendental.[24] Praktis merupakan suatu tahap penting pembentukan teori.

    Rasio instrumental dan rasio kamunikasi
    Menurut habermas semua ilmu pegetahuan dan pembentukan teori selalu dibarengi oleh orientasi dasar yang mempengaruhi jenis ilmu pengetahuan dan objek pengetahuan tertentu, sehingga terbagi menjadi tiga kepentingan yaitu: 1.Kepentingan teknis. 2.Kepentingan praktis . 3.Kepentingan emansipatoris
                Atas dasar kepentingan ( Interest ) tersebut, Habermas menunjukkan implikasinya dalam tiga disiplin ilmu pengetahuan:

    o   Berkaitan dengan kebutuhan manusia akam reproduksi dan kelestarian dirinya
    o   Berhubungan dengan kebutuhan manusia untuk melakukan komunikasi dengan sesamanyan dalam praktek sosial yang memunculkan suatu ilmu pengetahuan yang bersifat histories hermeneutis.
    o   Berhubungan dengan kepentingan yang mendorong dirinya untuk mengembangkan otonomi ada tanggung jawab sebagai manusia, dalam jenis ilmu pengetahuan yang bersifat sosial kritis.

    Ketiga ilmu tersebut berhubungan dengan tiga aspek eksistensi sosial manusia yaitu: kerja, interaksi dan kekuasaan yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga Husserl mendekatinya dengan suatu gagasan untuk membawa fungsi kesadaran sebagai subyektivitas, dan transendental ke dalam pemikiran,[25] Yang disebar luaskan gagasannya untuk menerapkan dan mengelompokkan gagasan tersebut. Bagi Hebermas tindakan kerja yang notabene dikendalikan kepentingan teknis bukanlah segala-galanya, dalam ilmu histories hermeneutis, jalan untuk mendekati kenyataan bukanlah melalui obsevasi melainkan melalui pemahaman arti, melalui tes yang direncanakan melainkan melalui interpretasi.
    Gagasan Hebermas tentang masyarakat komunikatif ini ia menawarkan tentang rasionalisasi dunia-kehidupan atas dasar rasio komunikatif yang merupakan sifat dasariyah manusia, untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi yaitu eksistensi, aktualisasi, otonomisasi dan kebebasan. Kelompok ilmu sosial kritis meneliti teori-teori yang ada, khususnya teori-teori tindakan yang menangkap korelasi tetap yang ada dalam tindakan sosial, bukan korelasi[26] semu yang dipaksakan secara ideologi.
    Tujuan yang hendak dicapai adalah mengguncang kembali lapisan kesadaran yang sudah malas, yang dicapai dengan cara refleksi diri. Ilmu pengetahuan histories hermeneutis, menurut hebermas memang telah memenuhi kebutuhan komunikasi, namun dapat saja menjurus kepada hilangnya kesadaran kritis dengan melalaikan fakta bahwa bahasa pada dasarnya tidak hanya sekedar medium komunikasi. Pengetahuan social politik dapat mengurangi kekurangan-kekurangan tersebut, pengetahuan ini berbentuk suatu analisis kekuasaan dan ideologi yang berusaha untuk mencapai emansipasi dari dependensi (ketergantungan ) dan relasi-relasi opresif.

    Kritik ideologi
                .Sasaran teori kritis adalah kritik terhadap segala bentuk statisme, baik yang digerakkan oleh rasionalitas individu maupun ideologi masyarakat dalam persoalan kritik ideologi. Teori kritis mempunyai tiga pandangan:

    a)      Kritik secara radikal terhadap masyarakat dan ideologi-ideologi dominan.
    b)      Kritik ideologi tidak dilakukan untuk memberikan semacam justifikasi dalam bentuk.
    c)      Kritik moral, sebagai jiwa dari ilmu pengetahuan sosial kritis.

    Dalam kerangka ini, ideology dipahami oleh Hebermas sebagai kepercayaan, norma, atau nilai yang dianut dan dikenal sebagai worl view. Untuk bias sampai pada kritik ideologi ini, Hebermas menaruh perhatian pada psikoanalisa Sigmund Freud dan bersama-sama Erich Fromm, sehingga teori psikoanalisa mendapat tempat dan dianggap mampu menutupi kekurangan Marxisme yang hanya bertumpu pada pendekatan ekonomi politik Karl Marx. Salah satu kunci gagasan Freud adalah bahwa pandangan seseorang banyak ditentukan oleh ketidaksadarannya dibandingkan dengan kesadarannya.
    Salah satu kunci gagasan freud adalah pemandangan bahwa kelakuan seseorang lebih banyak ditentukan oleh ketidak sadarannya dibandingkan engan kesadaranya.
    Freud menerangkan bahwa seseorang dapat berfungsi secara konstruktif dalam masyarakat, namun ia harus mendapatkan nilai-nilai, norma-norma, etika dan sikap-sikap yang sesuai dengan masyarakat. Lewat teori Freud, teori kritis ingin menjelaskan diamnya masa tertindas itu. Singkatnya super-ego[27] di dalam masyarakat industri ini bias jadi berbentuk rasionalisasi atau odeologi penguasa yang terus-menerus dihembuskan kedalam jiwa masyarakat, padahal dibalik superego itu ada kepentingan tertentu untuk manipulasi dan penindasan.[28]


    [1]  .Lihat F. Budi Hardiman, ''positifisme dan hermeneutik, suatu usaha untuk menyelamatkan subjek''dalam basis maret 1991.
    [2]   F. Budi Hardiman .ibid
    [3]   Nomologis adalah ilmu perundang-perundangan
    [4]  .Fenomenologi adalah ilmu penentuan kesimpulan dari adanya gejala; aliran filsafat yang dipimpin oleh Edmund Hursel, tentang manusia dan kesadarannya. 
    [5] . Lihat Phillip Blosser, ''Kant and phenomenology'', dalam philosofi toda, vol Xxx,no.2/4,1986, hal. 168 Hedgar menulis,'' des wesen dessin dan Menscenhenwesen brauch'', Lihat Martin Heideger  hal.38
    [6] . Antonio Barbosa da silva,op.cit.,hal.36
    [7] . Lihat Antonio Barbosa,op.cit.hal.39
    [8]  .Distingsi adalah perbedaan
    [9]   Kurt F. leidecker "hermeneutics'' dalam Dagobert D.Runes,Dictionary of philoshopy, (Totowa no        jersey: littelflied, Adam &Co.1076)hal.126.
    [10]  Untuk lebih detail mengenai hal ini, Lihat Warner G.jeandrond, the theological hermeneutics: Developtment and significance, (New York: Croosrood,1991, hal.1
    [11]    .D.R.Palmquis Setphen. Pohon filsafat, hal.227.
    [12]    .Josep Bleicher, caontempory Hermeneutis, Hermeneutics as method, philosophy  ands critique, ( London: outhledge & Keegan paul,1980.
    [13]    .filologi adalah studi tentang budaya dan kerohanian suatu bangsa dengan menelaah karya-karya sastra-nya.
    [14]     Richard E. palmer, hermeneutics: interpretatioan theory in scheleirmache, Dithely Heidger, gadamer (Eavastor:northwestern University pres,1969)  hal 34-45
    [15]   .Gramatikal artinya menurut tata bahasa.
    [16]   .E.Sumaryono, Hermeneutika, Sebuah metode filsfat, (yogyakarta: Kanisius,1999), hal.41.
    [17]   .K.Bertans, filsafat barat dalam Abad XX, jilid I, (Jakarta: Gramedia,1981), hal.228.
    [18]    E. Sumaryono, op.cit.,hal.48-49.
    [19]    Mispan Indarjo, ''Gambaran Pengalaman Hermeneutik Hans-George Gadamer'', dalam Jurnal     Driyarkara, No. 3 Th.XX, 1993?1994, Hal.5
    [20]   K. Bertens, Ibid., hal.232
    [21]     Fungsi ideologis bagi ilmu pengetahuan dan, teknologi maksudnya keduanya mensublimasi kesadaran politik masyarakat, yaitu kesadaran bahwa suatu persoalan umat manusia adalah masalah teknis saja dan dapat dipecahkan hanya melalu pengusaan ilmu pengetahuan. Lihat Jurgen Habermas Theory Praktic, (London Heineman, 1974), hal.282.
    [22] .   Abduh Ghaim, kritik atas sosialisme marxisisme,hal 1.
    [23]    Fran Magnis-Suseno, Filsafat sebagai Ilmu Kritis,(yogyakarta: Kanius,2000),hal.170
    [24]    Bambang Q-Anees, Radea Juli. A Hanbali hal 357, edisi September 2003, Prenada Media Jakarta  Timur
    [25]   Richard E. Palmer Hermeneutika mengenai interepretasi, hal 143 pustaka pelajar celeban jawa    timur yogyakarta

    [26]    Korelasi berupa sebuah keterkaitan: perhubungan dua masalah yang tidak saling menyebabkan
    [27]     Superego berupa internalisasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang bersifat konsuntif.
    [28]     Habermas, Knowledge…op.cit.,hal.219-225.
    Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

    0 komentar:

    Poskan Komentar

     
    Support : Creating Website | Tutorq Template | Template
    Copyright © 2011. FAROUQ'S - All Rights Reserved
    Template Modify by Creating Website
    Proudly powered by Blogger